KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hindari Korban saat Puncak Musim Hujan, BPBD Salatiga Minta Warga Lebih Waspada

Hindari Korban saat Puncak Musim Hujan, BPBD Salatiga Minta Warga Lebih Waspada

Hindari Korban saat Puncak Musim Hujan, BPBD Salatiga Minta Warga Lebih Waspada

Foto dok IST
Roy Anjar. Kepala Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga. 

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga Roy Anjar.

Menurut Roy, saat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga meminta agar warga yang berada di bantaran sungai agar mewaspadai jika terjadi longsor. Sebab saat ini sudah memasuki puncak musim hujan. Sehingga curah hujan tinggi pada beberapa hari terakhir.

Menurutnya Salatiga saat ini telah memasuki puncak musim penghujan. Sehingga ada beberapa titik di wilayah Kota Salatiga rawan longsor.

“Kota Salatiga Alhamdulillah relatif aman. Tapi ada potensi longsor kecil-kecil dan tidak terlalu bahaya,” terang Roy seperti dikutip Espos, Selasa (21/1/2025).

Meski begitu, pihaknya mengimbau agar masyarakat Kota Salatiga mewaspadai potensi banjir dan longsor. Diakuinya beberapa wilayah yang rawan longsor diantaranya Bulu, Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo dan Perumahan Argomas.

“Dua daerah itu perlu waspada karena memang lokasinya mepet dengan aliran sungai. Sehingga rawan terjadi longsor,” terang Roy.

Dijelaskan, untuk saat ini cuaca ekstrim masih akan terus terjadi. Pihaknya juga berupaya melakukan pencegahan dengan memberikan informasi dini jika terjadi cuaca ekstrim.

“Untuk pencegahan kita rutin menyampaikan informasi deteksi dini adanya cuaca ekstrim melalui media sosial. Harapannya dengan begitu, warga Salatiga bersiap dan waspada jika bepergian maupun berada di rumah,” kata Roy.

Roy menyebut, hingga Selasa (21/1/2025) belum ada laporan adanya kerusakan rumah terkait adanya cuaca ekstrim beberapa hari belakang. Namun pihaknya selalu mensiagakan personel untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana alam.

“Kami siagakan personel setiap saat. Jika ada kedaruratan maupun bencana pohon tumbang dan longsor warga bisa langsung menghubungi BPBD Kota Salatiga,” tandas Roy.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]