URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga mengimbau warga bantaran sungai untuk waspada terhadap potensi longsor kecil karena curah hujan tinggi yang menandai puncak musim penghujan. Kepala BPBD Kota Salatiga, Roy Anjar, menyampaikan hal ini di Salatiga pada Selasa (21/1/2025) untuk mengantisipasi risiko bencana di wilayah rawan seperti Bulu, Tegalrejo, Argomulyo, dan Perumahan Argomas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hindari Korban saat Puncak Musim Hujan, BPBD Salatiga Minta Warga Lebih Waspada

Hindari Korban saat Puncak Musim Hujan, BPBD Salatiga Minta Warga Lebih Waspada

Hindari Korban saat Puncak Musim Hujan, BPBD Salatiga Minta Warga Lebih Waspada

Foto dok IST
Roy Anjar. Kepala Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga. 
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga Roy Anjar.

Menurut Roy, saat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga meminta agar warga yang berada di bantaran sungai agar mewaspadai jika terjadi longsor. Sebab saat ini sudah memasuki puncak musim hujan. Sehingga curah hujan tinggi pada beberapa hari terakhir.

Menurutnya Salatiga saat ini telah memasuki puncak musim penghujan. Sehingga ada beberapa titik di wilayah Kota Salatiga rawan longsor.

“Kota Salatiga Alhamdulillah relatif aman. Tapi ada potensi longsor kecil-kecil dan tidak terlalu bahaya,” terang Roy seperti dikutip Espos, Selasa (21/1/2025).

Meski begitu, pihaknya mengimbau agar masyarakat Kota Salatiga mewaspadai potensi banjir dan longsor. Diakuinya beberapa wilayah yang rawan longsor diantaranya Bulu, Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo dan Perumahan Argomas.

“Dua daerah itu perlu waspada karena memang lokasinya mepet dengan aliran sungai. Sehingga rawan terjadi longsor,” terang Roy.

Dijelaskan, untuk saat ini cuaca ekstrim masih akan terus terjadi. Pihaknya juga berupaya melakukan pencegahan dengan memberikan informasi dini jika terjadi cuaca ekstrim.

“Untuk pencegahan kita rutin menyampaikan informasi deteksi dini adanya cuaca ekstrim melalui media sosial. Harapannya dengan begitu, warga Salatiga bersiap dan waspada jika bepergian maupun berada di rumah,” kata Roy.

Roy menyebut, hingga Selasa (21/1/2025) belum ada laporan adanya kerusakan rumah terkait adanya cuaca ekstrim beberapa hari belakang. Namun pihaknya selalu mensiagakan personel untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana alam.

“Kami siagakan personel setiap saat. Jika ada kedaruratan maupun bencana pohon tumbang dan longsor warga bisa langsung menghubungi BPBD Kota Salatiga,” tandas Roy.

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved