URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga beras. Tindakan ini sebagai respons terhadap keluhan masyarakat yang kesulitan memperoleh bahan makanan utama tersebut di pasaran.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ini Langkah Diskumperindag Kabupaten Semarang Hadapi Kelangkaan Beras

Ini Langkah Diskumperindag Kabupaten Semarang Hadapi Kelangkaan Beras

Ini Langkah Diskumperindag Kabupaten Semarang Hadapi Kelangkaan Beras

Foto: /IST
Foto: /IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang menempuh sejumlah langkah untuk menghadapi kelangkaan hingga fenomena kenaikan harga beras.

Hal ini perlu dilakukan sebagai respon terhadap keluhan masyarakat sebagai konsumen yang merasa kesulitan memperoleh bahan makanan utama itu di pasaran. Satu di antara upayanya yaitu mengajukan permohonan ke Bulog untuk mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP).

“Kita akan sasar pasar tradisional utamanya yang menjual beras. Termasuk pendistribusian berasnya,” kata Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang Heru Subroto, Kamis (22/2/2024).

Selain itu, lanjut Heru, pemerintah akan terus memantau harga beras di samping mencari tahu penyebab kenaikan harganya. Pasar murah juga akan digelar di setiap kecamatan untuk menekan inflasi dengan harga jual di bawah harga eceran tertinggi (HET).

“Tentunya dibantu subsidi dari pemerintah. Ini untuk mengendalikan inflasi daerah terlebih sebentar lagi masuk bulan puasa,” sambungnya.

Terkait fenomena naiknya harga beras, Heru menyebut hal itu dipicu oleh berkurangnya produksi beras di tingkat produsen atau petani sebagai dampak cuaca yang membuat petani gagal panen.

“Lahan yang terdampak El Nino. Selain itu, masa tanamnya juga, ini masih baru saja tanam sehingga mundur,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Pemprov Jawa Tengah bersama Bank Indonesia Jawa Tengah menggelar CJIBF 2026 di Jakarta, Rabu (27/8), untuk memperkuat investasi berkelanjutan. Forum tersebut menawarkan 26 proyek unggulan dan menghasilkan 37 Letter of Intent (LoI) dari 60 pertemuan bisnis dengan rencana investasi Rp19,6 triliun, di tengah realisasi investasi semester I mencapai Rp59,94 triliun.
CJIBF 2026 Perkuat Investasi Berkelanjutan Jawa Tengah
Optimisme masyarakat terhadap perekonomian Jawa Tengah tetap terjaga pada Juli 2026 dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 113,09. Kondisi tersebut menunjukkan konsumen masih optimistis terhadap ekonomi saat ini dan prospek ke depan, didukung persepsi positif terhadap penghasilan, konsumsi, lapangan kerja, dan kegiatan usaha.
Bukan Cuma Hari Ini, Konsumen Jateng Optimistis Enam Bulan ke Depan
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon