URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan anggota kader DPD NasDem Salatiga mengundurkan diri saat pendaftaran Bacaleg di KPU Kota Salatiga. Pengunduran diri ini dipicu oleh kurangnya komunikasi antara kader dan DPP NasDem

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ironis, Pasca Pendaftaran Bacaleg, Puluhan Pengurus Nasdem Salatiga Mengundurkan Diri

Ironis, Pasca Pendaftaran Bacaleg, Puluhan Pengurus Nasdem Salatiga Mengundurkan Diri

Ironis, Pasca Pendaftaran Bacaleg, Puluhan Pengurus Nasdem Salatiga Mengundurkan Diri

Sejumlah Kader Partai Nasdem Salatiga saat berada di KPU Salatiga Kamis (11/5/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Puluhan anggota kader Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Salatiga mengundurkan diri saat dilakukannya pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di KPU Kota Salatiga Jawa Tengah.

Pengunduran diri para kader Partai NasDem ini dipicu tidak adanya komunikasi antara kader Partai Nasdem dengan DPP NasDem terkait tidak adanya pencantuman nama dalam pengesahan susunan kepengurusan.

Setelah DPD NasDem Salatiga mendaftarkan Bacaleg ke KPU Kota Salatiga, para kader tersebut juga menyerahkan surat pengunduran diri ke KPU Kota Salatiga Jawa Tengah.

Kader NasDem, M Soimam mengatakan sebanyak 50 pengurus NasDem Salatiga yang terdiri dari pengurus DPD, pengurus DPC, dan pengurus DPRt mengundurkan diri dari Partai Nasdem Salatiga.

“Kita mewakili teman-teman, datang ke KPU untuk menyerahkan surat pengunduran diri dari keanggotaan dan pengurus partai Nasdem Salatiga,” kata Soimam, Kamis (11/5/2023).

Menurutnya pengunduran para kader Partai Nasdem akibat tidak adanya komunikasi saat munculnya surat keputusan kepengurusan baru. Bahkan terdapat kader partai Nasdem yang mengajukan pengunduran secara lisan namun kader tersebut dicantumkan dalam kepengurusan DPD NasDem Salatiga yang baru.

“Kita tidak dihubungi dan dilibatkan untuk dimasukkan di kepengurusan partai Nasdem yang baru,” ungkapnya.

Soimam mengungkapkan bahwa para kader yang mengundurkan diri tersebut mencari kenyamanan.

“Karena kita sudah tidak dihargai di rumah sendiri, jadi kita mencari kenyamanan intinya seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Salatiga, Elman Saragih mengaku sangat menyanyangkan kader tersebut mengundurkan diri dari Partai Nasdem. Namun dirinya tetap menganggap kader tersebut keluarga dari Partai NasDem.

“Saya tidak menganggap mereka mengundurkan diri, saya tetap menganggap mereka keluarga Nasdem. Pantang buat saya merelakan kader untuk mengundurkan diri,” kata Elman.

Elman mengungkapkan tidak ada permasalahan antara Partai Nasdem dengan para kader.

“Sebetulnya setahu saya tidak ada masalah,” ungkapnya.

BACA JUGA :

Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved