URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Semarang, Suradi, mencalonkan diri dalam Pileg 2024 melalui PDIP, yang mengharuskannya menjalani Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPRD Kabupaten Semarang. Ketahui lebih lanjut mengenai proses PAW dan penggantian tersebut yang didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 170/116 Tahun 2023.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Nyaleg Lewat PDIP, Ketua DPD Golkar Kabupaten Semarang Jalani Mekanisme PAW

Nyaleg Lewat PDIP, Ketua DPD Golkar Kabupaten Semarang Jalani Mekanisme PAW

Nyaleg Lewat PDIP, Ketua DPD Golkar Kabupaten Semarang Jalani Mekanisme PAW

Ketua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Semarang Suradi, diketahui mencalonkan diri dalam Pileg 2024 melalui PDIP. Hal itu membuatnya harus menjalani Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPRD Kabupaten Semarang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang Maskup Asyadi mengatakan, PAW tersebut menjadi salah satu syarat untuk melengkapi berkas administrasi bakal calon anggota legislatif (bacaleg).

“Karena kan tidak mungkin mendaftar bacaleg dari dua partai, maka di partai lama harus mengundurkan diri,” jelasnya di Ungaran, Jumat (20/10/2023).

Dijelaskan Maskup, proses PAW sudah dilakukan di DPRD Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu. Saat ini pihaknya tengah melaksanakan tahapan pencermatan berkas bacaleg.

“Nanti penetapan dilaksanakan tanggal 3 November 2023,” terangnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening mengatakan, Suradi digantikan oleh Siska Ardya Garini. Pengucapan sumpah PAW dari Suradi ke Siska Ardhya Garini dilaksanakan Rabu (18/10/2023). Pergantian tersebut berdasar Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 170/116 Tahun 2023 tanggal 13 Oktober 2023.

“Siska ditempatkan sebagai anggota Komisi A DPRD dan anggota Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Semarang,” kata Bondan.

Untuk diketahui, Suradi yang menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Semarang diganti oleh Biena Munawa Hatta (Awang), anak mantan Bupati Semarang Mundjirin. Sebelumnya, Awang juga di-PAW PDIP karena saat Pilkada Kabupaten Semarang, ia mendukung sang ibu Bintang Narsasi yang saat itu menjadi lawan Ketua DPC PDIP Kabupaten Semarang. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved