KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jaga Kondusifitas Pemilu 2024, Pj Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Waspada dan Damai

Jaga Kondusifitas Pemilu 2024, Pj Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Waspada dan Damai

Jaga Kondusifitas Pemilu 2024, Pj Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Waspada dan Damai

Meski Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 memiliki potensi kerawanan, masyarakat dihimbau untuk menjaga kondusifitas dan menciptakan suasana pemilu yang damai. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menekankan perlunya langkah-langkah koordinasi dalam menghadapi potensi kerawanan tersebut. Menurutnya, menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.
Foto: Dok./IST
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana di Banyumas, Kamis (21/12/2023).

Meski Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 memiliki potensi kerawanan, masyarakat dihimbau untuk menjaga kondusifitas dan menciptakan suasana pemilu yang damai. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menekankan perlunya langkah-langkah koordinasi dalam menghadapi potensi kerawanan tersebut.

“Kerawanan pemilu ini kita bisa lakukan langkah-langkah koordinasi,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana di Banyumas, Kamis (21/12/2023).

Dikatakan dia, menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah merupakan tugas pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat. Jangan sampai masyarakat terkotak-kotakkan karena pemilu.

“Makanya kita terus menyampaikan, baik kepada para OPD, bupati dan wali kota, untuk mengimbau bahwa pilihan boleh beda tetapi tetap jaga persatuan dan kesatuan. Pemilu damai ini terus kita gelorakan,” terang Nana.

Nana menilai, masyarakat semakin pandai dan dewasa karena setiap lima tahun sekali mengikuti pemilu. Pengalaman dari penyelenggaraan sebelum-sebelumnya harus dijadikan pelajaran, bahwa persatuan dan kesatuan bangsa jauh di atas segala-galanya.

“Jadi tambah ke sini, kita semakin dewasa. Jadi jangan mau juga masyarakat diadu domba, sehingga nanti masyarakat rugi sendiri,” ucap Nana.

Dalam kesempatan itu, Nana juga mengingatkan kepada masyarakat untuk bijak dalam membaca pesan di media sosial. Sebab, tidak menutup kemungkinan muncul informasi yang mengandung hoaks, hate speech, dan provokasi. Oleh karena itu, masyarakat diminta menyaring setiap informasi yang diterima.

“Saya harapkan jangan asal menerima saja, harus disaring dulu, dicek dulu informasi yang lain. Kita harus mampu mengendalikan diri dan jangan terprovokasi dengan ajakan atau hasutan yang merugikan diri sendiri,” pungkas Nana.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]