KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Jaga Kondusifitas Pemilu 2024, Pj Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Waspada dan Damai

Jaga Kondusifitas Pemilu 2024, Pj Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Waspada dan Damai

Jaga Kondusifitas Pemilu 2024, Pj Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Waspada dan Damai

Meski Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 memiliki potensi kerawanan, masyarakat dihimbau untuk menjaga kondusifitas dan menciptakan suasana pemilu yang damai. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menekankan perlunya langkah-langkah koordinasi dalam menghadapi potensi kerawanan tersebut. Menurutnya, menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.
Foto: Dok./IST
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana di Banyumas, Kamis (21/12/2023).

Meski Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 memiliki potensi kerawanan, masyarakat dihimbau untuk menjaga kondusifitas dan menciptakan suasana pemilu yang damai. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menekankan perlunya langkah-langkah koordinasi dalam menghadapi potensi kerawanan tersebut.

“Kerawanan pemilu ini kita bisa lakukan langkah-langkah koordinasi,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana di Banyumas, Kamis (21/12/2023).

Dikatakan dia, menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah merupakan tugas pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat. Jangan sampai masyarakat terkotak-kotakkan karena pemilu.

“Makanya kita terus menyampaikan, baik kepada para OPD, bupati dan wali kota, untuk mengimbau bahwa pilihan boleh beda tetapi tetap jaga persatuan dan kesatuan. Pemilu damai ini terus kita gelorakan,” terang Nana.

Nana menilai, masyarakat semakin pandai dan dewasa karena setiap lima tahun sekali mengikuti pemilu. Pengalaman dari penyelenggaraan sebelum-sebelumnya harus dijadikan pelajaran, bahwa persatuan dan kesatuan bangsa jauh di atas segala-galanya.

“Jadi tambah ke sini, kita semakin dewasa. Jadi jangan mau juga masyarakat diadu domba, sehingga nanti masyarakat rugi sendiri,” ucap Nana.

Dalam kesempatan itu, Nana juga mengingatkan kepada masyarakat untuk bijak dalam membaca pesan di media sosial. Sebab, tidak menutup kemungkinan muncul informasi yang mengandung hoaks, hate speech, dan provokasi. Oleh karena itu, masyarakat diminta menyaring setiap informasi yang diterima.

“Saya harapkan jangan asal menerima saja, harus disaring dulu, dicek dulu informasi yang lain. Kita harus mampu mengendalikan diri dan jangan terprovokasi dengan ajakan atau hasutan yang merugikan diri sendiri,” pungkas Nana.

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.
Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer
[pekok2]