URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan karyawan PT Selalu Cinta Indonesia menggelar aksi solidaritas mengenang korban kecelakaan kerja di Kota Salatiga pada Selasa (28/4/2026) dengan konvoi dan berjalan kaki menuju Alun-alun, menyampaikan pesan kepedulian melalui spanduk, sementara polisi mengawal kegiatan secara humanis untuk menjaga ketertiban.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang May Day, Puluhan Buruh SCI Salatiga Turun ke Jalan, ada apa?

Jelang May Day, Puluhan Buruh SCI Salatiga Turun ke Jalan, ada apa?

Jelang May Day, Puluhan Buruh SCI Salatiga Turun ke Jalan, ada apa?

Aksi buruh SCI Salatiga (Foto dok IST)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ratusan karyawan pabrik sepatu PT Selalu Cinta Indonesia(SCI) Salatiga menggelar Aksi Solidaritas Mengenang Korban Kecelakaan Kerja. Aksi ini digelar oleh Serikat Pekerja Textile Sandang dan Kulit PT. Selalu Cinta Indonesia, Selasa (28/4/2026).

Aksi dimulai dari PT. SCI yang berlokasi di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Argomulyo, Salatiga. Massa bergerak menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat menuju Jalan Sukowati, kemudian memarkirkan kendaraan di halaman Rumah Rakyat Salatiga gedung DPRD Salatiga. Mereka selanjutnya berjalan kaki menuju dan mengelilingo Alun-Alun atau Lapangan Pancasila sambil membentangkan sejumlah spanduk.

Di antaranya bertuliskan pesan Solidaritas dari PUK FSP TSK KSPI PT Selalu Cinta Indonesia untuk Mengenang Karyawan Korban Kecelakaan Kerja dan Lalu Lintas. Aksi ratusan karyawan ini dikawal dengan humanis oleh petugas Polres Salatiga.

Pantauan wartawan, selama aksi berlangsung puluhan anggota kepolisian melakukan Pengawalan dilakukan sejak keberangkatan dari PT SCI hingga kegiatan jalan kaki di sekitar Alun-alun berlangsung.

Personel pengamanan lainnya, termasuk tim negosiator, disiagakan di titik-titik penggal jalan serta di pusat kegiatan aksi teatrikal di area Monumen Lapangan Pancasila.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan