URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Apel Besar Gelar Sya’ban Bermuhammadiyah 2026 digelar di Alun-Alun Pancasila Kota Salatiga, Senin (16/02/2026). Kegiatan dihadiri Pj Sekda Muthoin, Forkopimda, PDM, dan PDA untuk menyambut Ramadan. Acara dimeriahkan penampilan pelajar serta simbol inovasi mobil listrik karya siswa SMK Muhammadiyah sebagai penguat syiar dan kebangsaan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Puasa, Sekolah Islam di Salatiga Gelar Apel Besar

Jelang Puasa, Sekolah Islam di Salatiga Gelar Apel Besar

Jelang Puasa, Sekolah Islam di Salatiga Gelar Apel Besar

Pj Sekda Salatiga berfoto didepan Mobil listrik karya anak SMK Muhammadiyah Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Keluarga besar Muhammadiyah memadati Alun-Alun Pancasila Kota Salatiga dalam Apel Besar Gelar Sya’ban Bermuhammadiyah Tahun 2026, Senin (16/02/2026). Apel dipimpin oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Salatiga dan dihadiri Forkopimda, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Salatiga, serta tamu undangan lainnya.

Menariknya, Pj. Sekretaris Daerah bersama rombongan menuju lokasi apel menggunakan mobil listrik prototipe karya siswa SMK Muhammadiyah Salatiga, yang menjadi simbol inovasi dan semangat kemandirian generasi muda Muhammadiyah.

Pj. Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Berbicara tentang toleransi, indeks pembangunan manusia, hingga pengentasan kemiskinan, kontribusi Muhammadiyah di Kota Salatiga telah teruji. Gelar ini menjadi momentum menyongsong Ramadan. Kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah Ramadan, semoga kita mampu membentuk generasi dan masyarakat Kota Salatiga yang muttaqin sebagai karakter islami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PDM Kota Salatiga, menyampaikan bahwa Gelar Sya’ban Bermuhammadiyah merupakan agenda rutin tahunan menjelang Ramadan.

“Tujuannya untuk menggembirakan umat Islam di Kota Salatiga sekaligus menyambut Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi. Ini kegiatan kedelapan yang diselenggarakan setiap bulan Sya’ban. Selain sebagai syiar agama, juga menjadi ajang penguatan nilai kebangsaan, budaya, sosial, bahkan turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap Muhammadiyah semakin eksis dan terus memberikan kontribusi terbaik di bidang pendidikan, dakwah, kesehatan, dan sosial.

Gelar Sya’ban Bermuhammadiyah turut dimeriahkan berbagai penampilan, antara lain Gerak Lagu “Rukun Sama Teman” oleh TK ABA se-Kota Salatiga, Gerak Lagu Tongkat Hizbul Wathan dan Polisi Cilik oleh SD Muhammadiyah Plus Salatiga, Marching Band Gema Surya Persada oleh SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, Tari Gugur Gunung oleh SMP Muhammadiyah Tahfidz Salatiga, Tari Chandik Ayu oleh SMK Muhammadiyah Salatiga, solo vokal religi oleh SMA Muhammadiyah Plus Salatiga, serta penampilan Tapak Suci Pimda TS Kota Salatiga

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon