RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Jemaah Haji Kloter 56 dan 57 Asal Kabupaten Semarang Tiba di Tanah Air

Jemaah Haji Kloter 56 dan 57 Asal Kabupaten Semarang Tiba di Tanah Air

Jemaah Haji Kloter 56 dan 57 Asal Kabupaten Semarang Tiba di Tanah Air

Sebanyak 193 jemaah haji dari Kabupaten Semarang yang tergabung dalam kloter 56 dan 57 telah tiba di tanah air pada Selasa (9/7/2024). Mereka dijemput menggunakan bus dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali dan diantar menuju Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran.
Foto: IST
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyambut kedatangan para jemaah haji di Pendopo Rumah Dinasnya di Ungaran, Selasa (9/7/2024).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 193 jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 56 dan 57 asal Kabupaten Semarang telah tiba di tanah air pada Selasa (9/7/2024). Mereka dijemput menggunakan bus dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali dan diantar menuju Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran.

Kedatangan para jemaah haji ini disambut tangis haru para anggota keluarga yang telah menunggu di lokasi sejak pagi. Disampaikan oleh Pelaksana harian (Plh) Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Semarang Erwinia Farid, 193 jemaah haji itu terdiri dari 92 orang asal Kecamatan Ungaran Timur dan 122 orang berasal dari Kecamatan Ungaran Barat, Susukan dan Bergas.

“Alhamdulillah semua sampai tujuan dengan aman dan selamat,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha beserta istri juga tampak hadir secara langsung menyambut kedatangan jemaah haji. Ia menyalami satu persatu sambil mengucapkan selamat.

“Semoga semuanya menjadi haji dan hajah yang mabrur dan mabrurah,” kata dia.

Sementara Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Titik Halimah sebelumnya menyampaikan terdapat tiga orang jemaah haji yang dipulangkan lebih awal ke tanah air karena sakit atau ditanazulkan. Mereka dipulangkan pada 29 Juni dan 1 Juli 2024.
“Satu orang yang tanazul bergabung dengan kloter 24, dipulangkan pada 29 Juni. Kemudian, ada 2 orang lagi dipulangkan pada 1 Juli, bergabung dengan kloter 32,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sesuai jadwal yang diterima dari Kantor Kemenag Kabupaten Semarang kepulangan jemaah haji selanjutnya adalah kloter 59 yang mendarat hari ini pada pukul 13.15 WIB sejumlah 156 orang dan kloter 100 dengan jumlah 3 orang yang mendarat pada Senin (22/7/2024) pukul 02.00 WIB. (win)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani