URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih predikat terbaik nasional 2026 berkat inovasi wisata edukatif “Super Daddy”. Penghargaan diserahkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha kepada Kepala Desa Lerep Sumaryadi saat Harganas 2026, Rabu (8/7/2026), sebagai apresiasi atas program kebersamaan ayah dan anak yang telah diikuti sekitar 500 keluarga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kampung KB Lerep Jadi Terbaik Nasional, Paket Wisata “Super Daddy” Antar Ayah Lebih Dekat dengan Anak

Kampung KB Lerep Jadi Terbaik Nasional, Paket Wisata “Super Daddy” Antar Ayah Lebih Dekat dengan Anak

Kampung KB Lerep Jadi Terbaik Nasional, Paket Wisata “Super Daddy” Antar Ayah Lebih Dekat dengan Anak

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan penghargaan Kampung KB Terbaik Tingkat Nasional 2026 secara simbolis kepada Kades Lerep Sumaryadi pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (8/7/2026). Foto: IST/ Diskominfo Kab. Semarang
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan penghargaan Kampung KB Terbaik Tingkat Nasional 2026 secara simbolis kepada Kades Lerep Sumaryadi pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (8/7/2026). Foto: IST/ Diskominfo Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Kampung Keluarga Berkualitas (KB) “Manggar Lestari” di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, berhasil meraih predikat terbaik tingkat nasional tahun 2026. Salah satu inovasi yang mengantarkan prestasi tersebut adalah paket wisata edukatif “Super Daddy” yang mengusung kebersamaan ayah dan anak.

Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (8/7/2026). Sejak diluncurkan, program ini telah diikuti sekitar 500 keluarga.

Kepala Desa Lerep, Sumaryadi, mengatakan program wisata “Super Daddy” telah dijalankan selama dua tahun terakhir sebagai bagian dari penguatan pembangunan keluarga di Kampung KB. Program itu juga sejalan dengan tema Harganas 2026, yakni “Ayah Wajib Hadir”, sekaligus menjadi implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia.

“Melalui paket wisata tersebut, ayah dan anak diajak menghabiskan waktu bersama dalam berbagai aktivitas khas pedesaan, seperti bermain di sungai, membajak sawah, memanen singkong, hingga memainkan gamelan,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Selain aktif mendampingi tumbuh kembang anak, kaum pria juga didorong berpartisipasi dalam program keluarga berencana, termasuk menjadi akseptor Metode Operasi Pria (MOP).

“Kehadiran ayah sangat penting dalam membangun keluarga yang harmonis sekaligus mencegah anak terjerumus ke berbagai perilaku negatif, seperti klithih, kreak, maupun penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Ngesti juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Semarang. Saat ini prevalensi stunting tercatat turun menjadi 1,6 persen, menempatkan Kabupaten Semarang sebagai daerah dengan angka stunting terendah kedua di Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono Widagdo, mengungkapkan hasil Pendataan Keluarga 2025 oleh Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan satu dari empat anak masih tumbuh tanpa keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan.

“Kami akan terus memperkuat berbagai program yang mendorong peningkatan peran ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak sebagai fondasi terbentuknya keluarga yang berkualitas,” ujarnya. (win)

BACA JUGA :

Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga