URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang atau pertigaan eks Terminal Terboyo pada Selasa (26/10/2021) sekira pukul 12.00 WIB.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kecelakaan Maut Di Kaligawe Raya, Pemotor MD

Kecelakaan Maut Di Kaligawe Raya, Pemotor MD

Kecelakaan Maut Di Kaligawe Raya, Pemotor MD

featured-img

SEMARANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang atau pertigaan eks Terminal Terboyo pada Selasa (26/10/2021) sekira pukul 12.00 WIB.

Kejadian itu terjadi usai korban menabrak trotoar pembatas jalan yang menjadi tanda pemisah antar lajur. Tragisnya, korban terjatuh ke arah selatan sedangkan motor ke arah utara.

Korban dari arah belakang kemudian terlindas oleh truk tronton muatan tepung yang berjalan searah atau dari barat ke timur. Korban meninggal usai alami luka parah di bagian kepala.

“Truk jalannya pelan tapi truk besar gitu ga sempet nge-rem. Korban luka parah di bagian kepala sama tangan hancur,” ujar saksi mata, Slamet (53) dilokasi.

Menurutnya, kecelakaan bermula saat korban melintas dari arah barat mengendari motor Surpra X 125 pelat H6238AIC. Selepas lampu traffic light menyala hijau korban melajukan motornya.

Ia menjelaskan, kondisi lalu lintas ketika itu ramai lancar. Entah sebab apa, korban tiba-tiba menabrak trotoar pembatas jalan yang menjadi tanda pemisah antar lajur.

Diketahui, di sepanjang jalur Kaligawe depan Unnisula hingga eks Terminal Terboyo jalur lambat dan cepat dipisah dengan pembatas jalan.

“Jadi korban tabrak pembatas jalan itu lalu jatuh,” tuturnya.

Sementara itu, sopir truk Khusairi mengaku, korban jatuh tabrak pembatas jalan. Setelah menabrak, tubuh korban jatuh ke kanan atau di jalur saat ia melaju.

“Korban kena ban belakang truk,” katanya.

Saksi lain, Yudi mengatakan, korban melajukan kendaraan saat traffit light menyala hijau. Diduga korban kurang waspada terdapat pembatas beton di tengah jalan.

“Iya korban langsung menabrak pembatas jalan lalu disambar truk dari arah belakang,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga