RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kecelakaan Maut Di Traffic Light Tlogosari, Pemotor Alami Luka Parah di Kepala

Kecelakaan Maut Di Traffic Light Tlogosari, Pemotor Alami Luka Parah di Kepala

Kecelakaan Maut Di Traffic Light Tlogosari, Pemotor Alami Luka Parah di Kepala

SEMARANG – Kecelakaan maut terjadi di traffic light Tlogosari, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang pada Kamis (7/4/2022) sekira pukul 16.30 WIB.

Korban menimpa pria pemotor Beat putih bernomor polisi H-5270-AUG. Pria tanpa identitas itu meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala dalam posisi tengkurap mengenakan kaos merah dan celana levis panjang.

Informasi yang dihimpun di lapangan, korban mengalami kecelakaan selepas bersenggolan dengan truk tangki penyedot WC. Diduga truk tersebut melarikan diri lantaran tidak ada di lokasi kejadian.

“Informasinya seperti itu, lebih jelasnya nanti polisi yang sedang mengambil rekaman CCTV,” ujar relawan Sriti, Suryo kepada wartawan.

Dari hasil olah tempat kejadian oleh pihak kepolisian, korban tampak melaju dari timur ke barat atau dari arah Pedurungan menuju ke Johar. Korban terjatuh tepat di dekat traffic light yang menghadang kendaraan dari arah barat.

“Mayat korban dievakuasi ke RSUP Kariadi Semarang tadi sekira pukul 17.15. Tadi saya periksa celana dan jok motor tak ada identitasnya,” ucapnya.

Sementara itu, warga sekitar, Eko mengatakan, tak tahu pasti kejadian tersebut. Ketika kejadian ia tengah bersantai di dalam rumah lalu mendengar keramaian di lokasi kejadian. Karena penasaran ia pun keluar rumah untuk memastikan hal tersebut dan benar terjadi kecelakaan.

“Saya lihat ada pria tergeletak pakai kaos merah usia sekira 40 tahun,” katanya.

Kondisi arus lalu lintas akibat kecelakaan itu sempat tersendat hingga lebih dari 1 kilometer dari arah barat ke timur. Namun saat ini kondisi arus lalu lintas lancar baik dari berbagai arah pukul 18.30 WIB.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran