URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Status PPKM di Kabupaten Semarang kembali naik ke level 2. Hal itu menyusul lonjakan kasus positif Covid-19 yang signifikan hingga lebih dari 600 kasus.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kembali Ke PPKM Level 2, Pemkab Semarang Tambah Tempat Isoter dan Nakes

Kembali Ke PPKM Level 2, Pemkab Semarang Tambah Tempat Isoter dan Nakes

Kembali Ke PPKM Level 2, Pemkab Semarang Tambah Tempat Isoter dan Nakes

featured-img

UNGARAN – Status PPKM di Kabupaten Semarang kembali naik ke level 2. Hal itu menyusul lonjakan kasus positif Covid-19 yang signifikan hingga lebih dari 600 kasus. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mulai menyiapkan tambahan tempat isolasi terpusat (isoter) untuk menangani lonjakan pasien Covid-19.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan tambahan tempat isoter tersebut berada di Rusunawa Pringapus.

“Penambahan ini untuk mendukung dua tempat isoter yang sudah ada yakni Hotel Garuda Kopeng dan Bapelkes Siwakul,” ujarnya, Rabu (16/2/2022).

Selain menambah tempat isoter, pihaknya juga bakal menambah tenaga kesehatan (nakes) menghadapi lonjakan kasus aktif Covid-19.

“Nanti akan ditempatkan di fasilitas kesehatan untuk membantu menangani pasien Covid-19 yang menjalani perawatan,” ungkapnya.

Diterangkan Ngesti, data yang direkap oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang hingga Selasa (15/2/2022) dalam satu hari terjadi lonjakan sebanyak 157 kasus sehingga totalnya ada 614 kasus aktif.

“Kebanyakan memang berasal dari klaster keluarga. Yang menjalani isoter ada 44 pasien, menjalani perawatan di rumah sakit 38 orang dan sisanya isolasi mandiri (isoman),” kata dia.

Khusus bagi yang menjalani isoman, pihaknya menekankan kepada Satgas Jogo Tonggo untuk memantau agar warga yang terpapar Covid-19 tetap berada di rumah dan mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Tujuannya agar tidak menularkan kepada orang lain termasuk anggota keluarganya,” terangnya.

Ngesti berpesan kepada masyarakat untuk terus menekankan pentingnya mematuhi prokes utamanya memakai masker dan menjaga jarak guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Kami juga berkomunikasi dengan Satgas Covid-19 di kecamatan dan desa atau kelurahan untuk memaksimalkan gerakan 3T (Tracing, Testing, Treatment) guna menekan penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, segera mendapatkan sambungan listrik setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Bupati Semarang Ngesti Nugraha telah mengoordinasikan percepatan pemasangan bersama Pemerintah Kecamatan Sumowono dan PLN, termasuk pembangunan trafo baru serta penyelesaian administrasi agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.
Bupati Semarang Pastikan Rumah Muhroji yang Gelap Selama Dua Dekade Segera Terang
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi