URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Malam pergantian tahun baru di Salatiga tahun ini mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya. Hotel Wahid Salatiga, yang biasa menjadi tuan rumah pesta kembang api, memutuskan untuk absen, mengecewakan banyak warga yang mengidentikkan tahun baru dengan perayaan kembang api. Hal ini menyebabkan pusat keramaian di Salatiga terpecah, tidak lagi terkonsentrasi di Jalan Jenderal Sudirman. GM Hotel Wahid, Emawati, membenarkan keputusan tersebut, menjelaskan bahwa tahun ini manajemen memilih untuk berhemat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Keramaian Sambut Tahun Baru di Salatiga Terlihat Sepi. Apa Penyebabnya?

Keramaian Sambut Tahun Baru di Salatiga Terlihat Sepi. Apa Penyebabnya?

Keramaian Sambut Tahun Baru di Salatiga Terlihat Sepi. Apa Penyebabnya?

Suasana malam pergantian tahun baru 2024
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Puncak Malam pergantian tahun baru di Salatiga kali ini agak berbeda dibandingkan dua tahun terakhir.

Hotel Wahid Salatiga yang biasa menggelar pesta kembang api, tahun ini absen. Hal ini membuat pusat keramaian di Salatiga menjadi terpecah dan tidak lagi terkonsentrasi di Jalan Jenderal Sudirman.

“Ya, kecewa pasti. Tahun baru identik dengan pesta kembang api. Hotel Wahid ‘rajanya’ merayakan pesta kembang api demi warga Salatiga dan sekitarnya, tahun ini tidak mengadakan,” kata Agus (40), warga Tingkir.

GM Hotel Wahid Emawati membenarkan, jika tahun ini management memutuskan tidak mengadakan pesta kembang api.

“Sedikit berhemat. Tahun ini kita absen,” terang Emma, yang juga Wakil PHRI Salatiga.

Dari pantauan rasikafm.com mulai Minggu 31 Desember 2023 pukul 21.00 sampai dengan Senin 1 Januari 2024 jam 02.00 dinihari berjalan aman bahkan Tahun Baru kali ini landai dan sepi. Bahkan di alun-alun Pancasila Salatiga depan mapolres yang biasanya puluhan ribu orang tumpah ruah di kali ini tidak terlihat.

Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari dalam wawancara khusus dengan Rasika FM mengatakan secara umum kamtibmas malam pergantian tahun baru kali ini tidak ramai seperti tahun-tahun sebelumnya. ia menduga karena sore hari wilayah Salatiga hujan dan juga tidak banyaknya hotel dan restoran yang menggelar pesta kembang api membuat masyarakat enggan untuk datang dan meramaikan pergantian malam tahun baru.

“Berdasarkan hasil pantauan anggota di lapangan sampai dinihari kerumunan massa tidak terlihat seperti tahun-tahun sebelumnya” ujar Kapolres.

Menurut Kapolres dua tempat keramaian terbesar di kota Salatiga hanya ada di hotel Laras Asri dan D Emerik Salib Putih Salatiga. Polres Salatiga mengerahkan 315 personil guna pengamanan perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

“Ratusan personil kita tersebar di beberapa lokasi pengamanan jadi diantaranya empat lokasi Pospam. Kemudian juga kita pengamanan ada satu pos pelayanan” kata Aryuni.

Keramaian di jantung Kota Salatiga, kawasan lapangan Pancasila Alun Alun Salatiga juga tidak begitu dipadati masyarakat. Kendaraan pribadi masih bisa melalui bundaran yang menjadi icon Kota Tertoleran di Indonesia ini.

Di jalan-jalan protokol pun tampak terlihat lengang. Begitu juga di Jalan Lingkar Selatan Salatiga tampak sepi kendaraan yang melintas.

Begitu juga di sejumlah Taman Kota di Salatiga, tidak begitu dipadati masyarakat.

Kapolres Salatiga Aryuni saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Jelang 1 Juli Polisi Salatiga Tabur Bunga di Makam Pahlawan
Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala
Jauhi HP, Puluhan Anak Kumpulrejo Memilih Berkemah di Mushala
Pemerintah mengubah strategi penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan melakukan skrining aktif dari rumah ke rumah guna menemukan 1,08 juta kasus sepanjang 2026. Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus di RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga, Senin (29/6/2026), karena hingga pertengahan tahun baru sekitar 800 ribu penderita terdeteksi sehingga percepatan penemuan kasus diperlukan untuk memutus rantai penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Lawan TBC! Wamenkes Minta Jangan Tunggu Sakit Baru Periksa
Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro
Pemkab Semarang Pertahankan Seluruh PPPK, Siapkan Pemetaan Ulang untuk Atasi Kekurangan Pegawai
Sebanyak 215 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kontes Aglaonema yang digelar Asosiasi Aglaonema Nusantara (ASA) di Gedung Pertemuan Daerah Kota Salatiga, Minggu (28/6). Ajang ini menjadi wadah kompetisi, memperkuat jejaring antarkolektor, sekaligus menunjukkan prospek ekonomi tanaman hias yang masih menjanjikan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ratusan Kolektor Tanaman Padati Kontes di Salatiga, Bukti Aglaonema Memiliki Nilai Tinggi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengundi Gebyar Hadiah Samsat 2026 periode I di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (26/6), sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang taat. Pengundian yang dipimpin Sekda Jawa Tengah, Sumarno, membagikan hadiah senilai Rp385,5 juta dan emas 22,5 gram guna mendorong kepatuhan masyarakat serta mendukung digitalisasi pembayaran pajak melalui QRIS Bank Jateng.
Pemprov Jateng Tebar Hadiah Rp385,5 Juta dan Emas 22,5 Gram untuk Wajib Pajak Kendaraan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung rencana pengembangan kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai destinasi wisata air unggulan setelah muncul minat investasi dari PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir, Kamis (25/6/2026). Pengembangan yang mencakup rumah makan apung, vila, dan wahana air itu akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan fungsi konservasi serta pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Rawa Pening Dilirik Investor, Siap Jadi Destinasi Wisata Air Andalan Jawa Tengah
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang pada 2025 belum sepenuhnya memenuhi target, terutama dari sektor parkir, pariwisata, dan pajak hotel. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna APBD 2025, Rabu (24/6/2026), seraya menegaskan perlunya evaluasi dan penguatan destinasi wisata untuk mendongkrak kunjungan serta pendapatan daerah di tengah tingkat okupansi hotel yang menurun.
Evaluasi Pelaksanaan APBD Kabupaten Semarang 2025, PAD Sektor Parkir dan Pariwisata Belum Capai Target