KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kerangka Anak Ditemukan di Dekat Jasad Tol Semarang-Bawen, Diduga Buah Hati Dari Jasad Yang Dibuang Sebelumnya

Kerangka Anak Ditemukan di Dekat Jasad Tol Semarang-Bawen, Diduga Buah Hati Dari Jasad Yang Dibuang Sebelumnya

Kerangka Anak Ditemukan di Dekat Jasad Tol Semarang-Bawen, Diduga Buah Hati Dari Jasad Yang Dibuang Sebelumnya

SEMARANG – Kerangka menyerupai sesosok anak ditemukan di dekat lokasi mayat perempuan terikat sarung di bawah jembatan Susukan Tol Semarang-Bawen Rabu (16/3/2022).

Ada dugaan tulang tersebut adalah buah hati dari jassd perempuan yang dibuang dari korban dugaan pembunuhan yang ditemukan pada Minggu (13/3/2022).[irp posts=”35184″ name=”Polda Jateng Berhasil Identifikasi Penemuan Jasad di Bawah Tol Semarang-Bawen”]

Kepolisian dari Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng mendatangi lokasi temuan mayat perempuan siang tadi mendapati ada tengkorak sekitar 1 km dari lokasi. Setelah mengetahui identitas mayat perempuan yang ternyata adalah ibu dari dua anak, polisi mencari keberadaan anaknya.

“Begitu simpulkan dia seorang perempuan yang punya 2 anak, kita cari anaknya di mana, anaknya satu ikut orangtua (nenek), satu ikut yang bersangkutan. Kami komunikasikan dengan keluarga, juga tidak tahu (keberadaaan anak yang ikut korban). Kami perintahkan anggota ke TKP,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro di RSUP dr. Kariadi Semarang, Rabu (16/3/2022).

Ternyata dari penelusuran polisi di TKP diketahui ada kerangka anak di sana. Meski demikian pihaknya masih perlu pendalaman medis untuk memastikan apakah tengkorak itu merupakan anak dari korban yang ditemukan pertama. Untuk diketahui identitas mayat perempuan yang ditemukan bernama Sweetha Kusuma Gatra Subardiya warga Yogyakarta.

“Sore ini temukan kerangka jenazah diperkirakan anak di bawah 12 tahun kemungkinan besar anak korban,” paparnya.

“Tarik garis lurus jaraknya sekitar 500 meter-1km, di KM 426 di bawah jembatan itu. Kondisi belum ketahui pasti apakah anak korban atau korban lainhya karena kondisi beda, karena dalam bentuk kerangka. Korban pertama kondisi proses pembusukan, perkirakan 7 hari, anaknya mungkin sudah lebih dari 2 minggu. DItemukan di atas tanah, di atas semak,” tambahnya.

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Jateng, Kombes Sumi Hastry mengatakan dari identifikasi sementara tulang tersebut dari anak berjenis kelamin laki-laki. Hanya beberapa bagian yang ditemukan karena tulang rawan dari anak 10 tahun memang lebih cepat hancur.

“Tadi sementara di TKP temukan tengkorak utuh, pergelangan tangan, kaki, bahu, panggul, itu yang masih jelas. Di TKP bisa tentukan laki-laki dan di bawah10 tahun, memang cepat hancur tulang rawannya,” jelas Hastry.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng berhasil mengidentifikasi jasad yang ditemukan di area perkebunan bawah jembatan Tol Semarang – Bawen, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik pada Minggu (13/3/2022) pagi.

“Identitas korban sudah kita ketahui. Wanita itu diketahui bermama Suwita Gatra Subardiah. Dia lahir di Jogja 8 Juli 1989,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro di RSUP Kariadi Semarang, Rabu (16/3/2022).

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]