URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kerugian kebakaran yang terjadi di ruang Magnetic Resonance Imaging atau MRI, Gedung Kasuari RSUP dr Kariadi, Jumat (30/12) malam ditaksir mencapai belasan miliar rupiah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kerugian Kebakaran Di RSUP Kariadi Ditaksir Mencapai Belasan Milyar

Kerugian Kebakaran Di RSUP Kariadi Ditaksir Mencapai Belasan Milyar

Kerugian Kebakaran Di RSUP Kariadi Ditaksir Mencapai Belasan Milyar

featured-img

SEMARANG – Kerugian kebakaran yang terjadi di ruang Magnetic Resonance Imaging atau MRI, Gedung Kasuari RSUP dr Kariadi, Jumat (30/12) malam ditaksir mencapai belasan miliar rupiah.

Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Vivi Vira Viridianti mengatakan, dalam insiden itu api menghanguskan 1 buah mesin MRI dan juga alat penunjang pengobatan lainnya.

“Total kerugian karena itu alat canggih, kemudian di situ ada alat- alat penunjang lainnya. Total kemarin (kerugian) berkisar Rp 13, 5 miliar,” ujar Vivi kepada wartawan, Senin (3/1).

Vivi menampik adanya kabar, bahwa kebakaran terjadi karena instalasi listrik di ruang MRI yang sudah lama dan tidak terurus.

“Tidak ada info kalau itu jaringannya lama ya. Memang gedung itu gedung lama tahun 2004 tapi kalau soal jaringannya lama baru diselidiki jadi tidak karena lama terus gitu (kebakaran),” tuturnya.

“Karena kejadiannya itu kan pas hujan ada banyak lah petir itu. Di rumah kita kan kadang juga ada kaya ngetrip dikit itu kelihatannya di situ penyebabnya, bukan berarti jaringannya lama,” tambahnya.

Dengan adanya insiden ini, pihaknya akan meningkatkan sistem pemadam kebakaran untuk mengatisipasi jika kejadian itu terulang kembali. Pihaknya juga akan rutin melakukan patroli keselamatan kerja.

“APAR harus dikuatkan lagi. Kemudian menguatakan latihan-latihan manakala terjadi kedarutaan. Panik itu kan bisa berkurang manakala kita latihan terus menerus. Maka ke depan kita akan fire patroli dari K3 keselamatan kerja untuk, menginspeksi melakukan simulasi-simulasi terhadap semua bangunan-bangunan berpotensi,” paparnya.

Untuk diketahui, kebakaran terjadi di RSUP dr Kariadi Semarang. Api membakar ruang MRI di Gedung Kasuari tempat perawatan pasien kanker. Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka dalam insiden ini. Polisi menduga korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran.

Saat ini layanan pengobatan terpadu di Gedung Kasuari RSUP dr Kariadi Semarang kembali beroperasi normal. Kabid Labfor Polda Jateng, Kombes Pol Ir. Slmet Iswanto menduga pemicu kebakaran disebabkan oleh gagalnya sistem instalasi yang berada di ruang Magnetic Resonance Imaging atau MRI.

“Penyebabnya adalah adanya kegagalan di dalam sistem kelistrikan ruangan itu. Entah itu karena binatang atau apa yang jelas kita temukan di tempat kejadian adanya korseleting atau hubung singkat listrik di area stop kontak,” katanya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon