KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kesan Anak Muda Papua ke Ganjar: Pemimpin Keren, Casing Tua tapi Dalamnya Muda Banget

Kesan Anak Muda Papua ke Ganjar: Pemimpin Keren, Casing Tua tapi Dalamnya Muda Banget

Kesan Anak Muda Papua ke Ganjar: Pemimpin Keren, Casing Tua tapi Dalamnya Muda Banget

PAPUA – Casing boleh tua, tapi dalamnya ternyata muda banget. Kesan itulah yang didapat anak-anak muda kreatif Papua saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Minggu (3/10) malam. Mereka tak menyangka, Ganjar begitu santai dan easy going saat bertemu anak-anak muda yang umurnya terpaut cukup jauh dengannya.

Anak-anak muda kreatif Papua yang tahu bahwa Ganjar berada di Papua tak menyia-nyiakan waktu untuk bertemu. Sambil ngopi bareng di Pit’s Corner, salah satu cafe hits di Jayapura, mereka tukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan Ganjar.

Berbagai isu dibahas dalam pertemuan itu. Mulai pengembangan industri kreatif, peran anak muda di era digital dan lain sebagainya. Obrolan begitu gayeng, diselingi canda tawa yang ger-geran.

“Saya tidak menyangka, pak Ganjar itu sangat merakyat. Satu hal yang sangat luar biasa, kami anak-anak muda ini bisa diajak nongkrong bareng seorang Ganjar. Itu hal yang tidak pernah kita pikirkan,” kata Dave Baransano, anak muda Papua yang terkenal lewat karya-karya musiknya bahkan di dunia internasional.

Menurut Dave, Ganjar pemimpin yang bisa merangkul semua kalangan. Dengan anak muda, ia bisa asyik ngobrol bersama tanpa sekat.

“Kalau ibarat bahasa seninya, pak Ganjar ini hanya casingnya saja yang tua. Di dalamnya itu anak muda banget,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Charles Toto, pendiri Jungle Cheff Papua. Menurutnya, Ganjar adalah sosok pemimpin yang keren dan sangat milenial.

“Beliau ini sosok pemimpin keren, yang mau mendengarkan langsung dari kalangan bawah termasuk anak-anak muda. Karena banyak pesan-pesan kami yang positif yang bisa ditindaklanjuti para pemimpin,” katanya.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]