URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Semangat kebersamaan dan kolaborasi yang tinggi terlihat di SD Negeri Gedanganak 03 Ungaran Timur, Kabupaten Semarang saat pihak sekolah bersama wali murid bergotong royong untuk persiapan akreditasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kompaknya Guru dan Wali Murid SDN Gedanganak 03 Ungaran Persiapkan Akreditasi Sekolah

Kompaknya Guru dan Wali Murid SDN Gedanganak 03 Ungaran Persiapkan Akreditasi Sekolah

Kompaknya Guru dan Wali Murid SDN Gedanganak 03 Ungaran Persiapkan Akreditasi Sekolah

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Semangat kebersamaan dan kolaborasi yang tinggi terlihat di SD Negeri Gedanganak 03 Ungaran Timur, Kabupaten Semarang saat pihak sekolah bersama wali murid bergotong royong untuk persiapan akreditasi. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, kedua belah pihak bekerja sama secara aktif guna mencapai standar akreditasi yang lebih baik.

Ketua paguyuban kelas, Agus menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap wali murid untuk kerja bakti bersama dalam menghadapi akreditasi ini.

“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri Gedanganak 03. Persiapan akreditasi ini bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah, tetapi juga kewajiban kita semua untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah ” ungkapnya.

Menurut Agus, melalui kerja bakti bersama dan keterlibatan aktif wali siswa, SD Negeri Gedanganak 03 siap menghadapi proses akreditasi dengan keyakinan dan optimisme.

“Semoga semangat kolaboratif yang tercipta dalam persiapan akreditasi ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan pada kualitas pendidikan” tegasnya.(nb)

BACA JUGA :

Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga