URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Duka mendalam melanda rumah persemayaman Praka Yipsan Ladou (31) di Glodogan, Harjosari, Bawen, Semarang. Prajurit TNI dari Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa ini gugur dalam kontak senjata dengan KKB di pos Paro, Papua Pegunungan, pada Sabtu (25/11/2023).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kontak Senjata dengan KKB Papua, Prajurit Yonif MR 411/ Pandawa Praka Yipsan Ladou Gugur

Kontak Senjata dengan KKB Papua, Prajurit Yonif MR 411/ Pandawa Praka Yipsan Ladou Gugur

Kontak Senjata dengan KKB Papua, Prajurit Yonif MR 411/ Pandawa Praka Yipsan Ladou Gugur

Suasana duka menyelimuti persemayaman jenazah Praka Yipsan Ladou di Lingkungan Glodogan, Kelurahan Harjosari, Bawen, Senin (27/11/2023). Foto: win
Suasana duka menyelimuti persemayaman jenazah Praka Yipsan Ladou di Lingkungan Glodogan, Kelurahan Harjosari, Bawen, Senin (27/11/2023). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Suasana duka menyelimuti rumah persemayaman jenazah Praka Yipsan Ladou (31), di lingkungan Glodogan, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infantri (Yonif) Mekanis Raider (MR) 411/Pandawa itu gugur setelah terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di pos Paro, Distrik Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (25/11/2023) pukul 12.00 WIT.

Kundarto, ayah mertua Praka Yipsan menyampaikan pihaknya menerima kabar resmi dari Yonif MR 411/Pandawa pada hari Minggu (26/11/2023) sekitar pukul 08.00 WIB. Informasi yang didapat, menantunya tertembak di bagian paha.

“Terkena di bagian tubuh manapun kalau sudah kehendak Tuhan harus diterima,” ungkapnya dijumpai di kediamannya, Senin (27/11/2023).

Ia juga mengaku hampir setiap hari berkomunikasi dengan menantunya itu. Kali terakhir adalah pada Kamis (23/11/2023) pekan kemarin. Tidak ada firasat apapun sebelum akhirnya menantunya itu gugur.

“Kemarin sempat telepon anak saya (istrinya), katanya pamit bertugas mau masuk hutan dan berpesan untuk selalu menjaga anak-anaknya,” kata dia.

Atas gugurnya Praka Yipsan, Kundarto mengaku ikhlas dan bangga. Menantunya itu rela mengorbankan nyawanya demi keutuhan NKRI.

“Saya sebagai mantan militer menyadari bahwa tugas prajurit seperti itu. Makanya saya amat bangga, menantu saya adalah pahlawan,” tegasnya tegar.

Sebagai informasi, Praka Yipsan diberangkatkan ke Papua pada bulan Juni 2023. Rencananya ia akan bertugas selama enam bulan dan akan kembali sekitar bulan Januari 2024. Namun, ia bersama tiga rekannya yang lain yakni Praka Dwi Bekti Probo Siniwoko, Pratu Miftahul Firdaus dan Prada Darmawan gugur dalam kontak senjata dengan KKB Papua, Minggu (26/11/2023).

Jenazah Praka Yipsan tiba di persemayaman pada pukul 13.00 WIB. Ia meninggalkan seorang istri bernama Yuni Dastari Fajar Riski, dan dua orang anak yang masih berusia 5 tahun dan 1 tahun. Atas jasanya, Praka Yipsan mendapat kehormatan berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Kopral Dua (Kopda) Anumerta. (win)

BACA JUGA :

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon