RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kunjungi RS Ken Saras, Dirjampelkes Pastikan Pelayanan JKN Berjalan Optimal

Kunjungi RS Ken Saras, Dirjampelkes Pastikan Pelayanan JKN Berjalan Optimal

Kunjungi RS Ken Saras, Dirjampelkes Pastikan Pelayanan JKN Berjalan Optimal

Foto: Dok. BPJS

Ungaran, Jamkesnews – Dalam rangka memastikan pelayanan kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Kabupaten Semarang telah berjalan dengan optimal, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati melakukan kunjungan di Rumah Sakit Ken Saras Ungaran, Selasa (21/01).

Didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran dan Direktur Utama RS Ken Saras, Lily meninjau secara langsung bagaimana implementasi pemanfaatan antrean online di rumah sakit tersebut. Ia berharap RS Ken Saras dapat bersinergi dalam penggunaan fitur antrean online oleh peserta JKN. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam mendukung transformasi mutu layanan yang saat ini sedang digaungkan oleh BPJS Kesehatan.
“Kami ingin memastikan setiap peserta JKN dapat mengakses pelayanan kesehatan yang cepat, mudah dan setara di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Sehingga peserta dapat merasakan manfaat pelayanan kesehatan secara nyata dari Program JKN,” ujar Lily.

Selain meninjau secara langsung pelayanan kesehatan di poli rawat jalan dan ruang perwatan rawat inap, Lily secara langsung menyapa peserta JKN yang sedang mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Ken Saras. Dirinya menanyakan secara langsung kepada peserta bagaimana pelayanan kesehatan yang mereka dapatkan di rumah sakit tersebut. Tak hanya itu, Lily juga memberikan informasi terkini terkait Program JKN kepada peserta. Dalam hal ini Lily meminta kepada peserta untuk memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk mengakses pelayanan Program JKN.

“Ketika berinteraksi secara langsung dengan peserta JKN, kami mendapatkan testimoni baik dari mereka. Dimana para peserta JKN yang sedang berobat merasakan betul manfaat yang luar biasa dari Program JKN. Saya juga memastikan apakah masih ada diskriminasi pelayanan kesehatan antara pasien umum dengan peserta JKN, mereka menjawab tidak ada perbedaan pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit,” tutur Lily.

Lily juga memastikan kepada para peserta JKN yang sedang mendapatkan pelayanan kesehatan bahwa tidak ada lagi tambahan iur biaya yang dibebankan kepada peserta. Dan benar saja, fakta yang didapatkan dari pengakuan para peserta mengatakan bahwa mereka sangat puas terhadap pelayanan kesehatan dari Program JKN.

“Dari beberapa peserta menjawab sangat puas terhadap pelayanan kesehatan dari Program JKN, mereka berharap Program JKN dapat terus hadir memberikan jaminan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Dengan begitu saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran manajemen RS Ken Saras telah memberikan dukungan terhadap jalannya Program JKN, hal ini merupakan salah satu bukti mereka berkomitmen penuh terhdap janji layanan JKN,” ujar Lily.

Sementara itu, Tjahjono Kuntjoro, selaku Direktur RS Ken Saras bersama dengan jajarannya terus berupaya untuk berkomitmen secara penuh dalam memberikan dukungan terhadap Program JKN. Dirinya selalu memberikan penegasan kepada para jajarannya untuk tidak membedakan pelayanan kesehatan antara pasien umum dengan peserta JKN. Bahkan saat pihak rumah sakit ingin melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, menurutnya sangat cepat memberikan respon yang sangat baik kepada jajarannya. Dengan begitu segala permasalahan yang kemungkinan terjadi dapat diantisipasi dengan baik.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan BPJS Kesehatan ke rumah sakit kami pada hari ini dan kami bangga telah mendapatkan apresiasi yang begitu sangat luar biasa. Dengan adanya kedatangan Dirjampelkes di RS Ken Saras dapat menambah semangat kami dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kami juga terus berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kami dengan besinergi terhadap transformasi digital yang sedang diusung oleh BPJS Kesehatan,” tutup Tjahjono. (am)

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan mencatat kepesertaan JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen penduduk Indonesia hingga akhir 2025. Dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan 2025, Direktur Utama Prihati Pujowaskito menyebut layanan kesehatan dimanfaatkan 725,3 juta kali, didukung penguatan layanan digital, jaringan fasilitas kesehatan, serta kondisi Dana Jaminan Sosial yang tetap sehat untuk menopang SDM produktif.
JKN Catat 725 Juta Layanan Kesehatan Sepanjang 2025, Kepesertaan Tembus 98,62 Persen
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Polres Semarang mengungkap penyebab kematian bayi perempuan yang ditemukan terkubur di kebun kosong Dusun Kropoh, Bandungan, Kabupaten Semarang. Bayi dilahirkan VA (17) tanpa bantuan medis pada Kamis (3/9/2026). Polisi menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan bayi masih dapat hidup di luar kandungan, namun meninggal akibat kekurangan napas dalam proses persalinan yang dilakukan secara paksa.
Pembuangan Bayi di Bandungan, Polisi: Persalinan Belum Selesai, Bayi Ditarik Paksa
Polres Semarang mengungkap penyebab kematian bayi perempuan yang ditemukan terkubur di kebun kosong Dusun Kropoh, Bandungan, Kabupaten Semarang. Bayi dilahirkan VA (17) tanpa bantuan medis pada Kamis (3/9/2026)....
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17)...
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD,...
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 9 September 2026, umumnya cerah hingga cerah berawan. Observasi pukul 05.00 WIB mencatat suhu Semarang 24,4°C dan kelembapan 85%, dengan angin tenggara 3 km/jam. BMKG mengingatkan potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
09 September 2026: Cuaca Semarang Cerah, Jateng Waspada Karhutla
BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 9 September 2026, umumnya cerah hingga cerah berawan. Observasi pukul 05.00 WIB mencatat suhu Semarang...
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang...
Muat Lebih

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka