URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Diduga karena mengalami rem blong, truk tronton nopol W 9847 UY menabrak sejumlah mobil dan truk di jalan lingkar selatan (JLS), tepatnya di Gamol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Salatiga Senin (29/11/2021) malam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Laka Beruntun di JLS Akibatkan Satu Anggota Polisi Meninggal Dunia Lainya Luka Luka

Laka Beruntun di JLS Akibatkan Satu Anggota Polisi Meninggal Dunia Lainya Luka Luka

Laka Beruntun di JLS Akibatkan Satu Anggota Polisi Meninggal Dunia Lainya Luka Luka

Diduga karena mengalami rem blong, truk tronton nopol W 9847 UY menabrak sejumlah mobil dan truk di jalan lingkar selatan (JLS), tepatnya di Gamol, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Salatiga Senin (29/11/2021) malam, sekira pukul 19.10 wib.

Kepada media Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana mengatakan kecelakaan beruntun di jalan lingkar selatan Salatiga tersebut diduga karena rem blong dan sopir tidak Bisa menguasai kendaraan

“Dalam kecelakaan tersebut melibatkan truk tronton Hino Nopol W 9847 UY, Suzuki Karimun nopol H 9302 KL, Honda Mobilio Nopol, 1945 AG, truk colt diesel Nopol H 1627 HL sedan Timor Nopol H 1614 FBG Suzuki Karimun Nopol H 8724 KL,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan kronologinya, semula truk tronton melaju dari arah Solo menuju kearah Semarang, kemudian sesampai di lokasi kejadian diduga mengalami gangguan fungsi pada rem (Rem blong – red) sehingga menabrak sejumlah kendaraan.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana saat diwawancarai media (Video: Yulianto)

“Truk tronton menabrak colt diesel yang melaju searah didepannya, kemudian truk tronton oleng kekanan dan melewati median jalan, sehingga menabrak empat kendaraan yang melaju dari arah berlawanan,” tambah Kapolres

Hingga kini kasus kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang anggota polisi Polres Salatiga Tersebut masih dalam penangganan Satlantas Polres Salatiga

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved