URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Drumblek, kesenian tradisional khas Salatiga, menghadirkan penampilan yang unik dengan menggunakan barang bekas. Polres Salatiga menggelar lomba drumblek sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara Ke-77. Lomba ini menjadi ajang untuk mempertontonkan kebolehan dan kreativitas grup drumblek dari setiap kecamatan di Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lomba Drumblek Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-77 Tingkat Polres Salatiga Meriah

Lomba Drumblek Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-77 Tingkat Polres Salatiga Meriah

Lomba Drumblek Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-77 Tingkat Polres Salatiga Meriah

Salah satu penampilan group Drumblek saat beraksi di depan Polres Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Drumblek merupakan kesenian tradisional khas yang berasal dari Kota Salatiga, dimainkan dengan menggunakan barang bekas dalam penampilannya.

Drumblek begitu pesat perkembangannya di Kota Salatiga di setiap kelurahan pasti ada grup drumblek, sehingga Polres Salatiga dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-77 menyelenggarakan lomba drumblek di depan Mapolres Salatiga dan sekitar Alun-Alun Lapangan Pancasila Kota Salatiga, pada hari Minggu, 25/06/2023.

Karena keterbatasan waktu penyelenggaraan, masing-masing kecamatan hanya mengirimkan satu perwakilan yang dinilai siap dan terbaik di wilayahnya.

Mereka menampilkan permainan terbaiknya agar bisa menjadi juara dan memenuhi kriteria penilain dari juri yang meliputi musikal dan koreografi di hadapan tamu unfangan dan penonton yang memadati sepanjang jalan lapangan Pancasila Kota Salatiga.

Setelah menunjukkan kebolehannya selama 15 (limabelas) menit setiap grup dan dinilai oleh juri dengan menjumlah seluruh kreteria penilaian akhirnya berhasil memperoleh nilai tertinggi adalah group drumblek NGK dari Argomulyo dan berhak menjadi juara pertama dan menggondol thropy serta uang pembinaan dari Kapolres Salatiga.

Dari setiap Grop yang tampil pada lomba kali ini seluruhnya mendapat uang pembinaan dari Kapolres Salatiga AKBP Feria Kurniawan.

Kapolres menyampaikan Lomba Drumblek ini diselenggarakan oleh Polres Salatiga dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-77, selain itu dalam rangka turut nguri-uri atau melanggengkan salah satu kesenian Klkhas dari Kota Salatiga, nantinya pada saat Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-77 tanggal 1 Juli 2023 Tingkat Polda Jateng, pemenang pertama akan di ajak untuk tampil menghibur di Lapangan Pancasila Kota Semarang tempat Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-77. Selain drumblek, kegiatan bazar UMKM agar meningkatkan perekonomian rakyat sekaligus menyadiakan bermacam makanan dan minuman untuk pengunjung,

Maulana Adi Nugraha selalu penanggung jawab grup drumblek NGK mengapresiasi kegiatan lomba drumblek yang diselenggarakan Polres Salatiga, setelah sekian lama vakum akibat Pandemi Covid19, deumblek kembali menggeliat di Kota Salatiga.

“Terimakasih atas diselenggarakannya lomba drumblek dan dipercaya Polres Salatiga untuk menjadi perwakilan saat Upacara 1 Juli di Semarang,” ungkap Maulana Adi Nugraha

Group saat beraksi

BACA JUGA :

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved