URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keberadaan macan tutul Jawa di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang semakin terancam punah. Diskusi antara Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hendra Gunawan, dengan peneliti Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan perwakilan Djarum Foundation mengungkapkan hal terserbut

Mbak Google

KABAR RASIKA

Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Terancam Punah

Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Terancam Punah

Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Terancam Punah

Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati BRIN) berdiskusi bersama dengan peneliti Unnes dan perwakilan Djarum Foundation terkait populasi macan tutul Jawa belum lama ini.

(Foto/IST)

Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati BRIN) berdiskusi bersama dengan peneliti Unnes dan perwakilan Djarum Foundation terkait populasi macan tutul Jawa belum lama ini.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Keberadaan macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang semakin menuju kepunahan. Hal ini terungkap dari diskusi yang dilaksanakan oleh Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hendra Gunawan bersama dengan peneliti Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan perwakilan Djarum Foundation belum lama ini.

Dijelaskan Hendra, habitat macan tutul Jawa di Jawa Tengah tersebar di Gunung Muria, Kabupaten Kudus dan Gunung Ungaran. Bedanya, keberadaan macan tutul Jawa di Gunung Ungaran belum terekam oleh camera trap (kamera jebakan) seperti halnya di Gunung Muria. Sebab para peneliti tidak punya cukup banyak kamera jebakan untuk mampu mendeteksi populasi macan tutul Jawa di Gunung Ungaran.

“Meski demikian, satwa liar itu diyakini masih ada di Gunung Ungaran. Hal itu dilihat dari temuan sisa kotoran dan bekas- bekas cakaran,” ujarnya.

Hendra melanjutkan, dahulu saat menyelesaikan studi S1 pernah melakukan penelitian di Gunung Ungaran dan terakhir pada tahun 2010, bahwa populasi macan tutul Jawa di gunung Ungaran masih ada.

“Namun saat itu populasinya tinggal kisaran empat hingga tujuh ekor saja,” terangnya.

Terkait dengan kondisi ini, Hendra menambahkan ada beberapa rekomendasi yang disampaikannya. Antara lain mendorong tim peneliti Unnes untuk bekerjaama dengan Djarum Foundation dalam memperbanyak kamera jebakan guna mengetahui populasi macan tutul Jawa di Kabupaten Semarang.

“Selain itu juga mendorong agar kawasan hutan di Gunung Ungaran termasuk Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal ditetapkan sebagai kawasan konservasi, karena statusnya masih hutan produksi dan hutan lindung,” urainya. (win)

 

BACA JUGA :

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved