URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kabupaten Semarang telah memperoleh kuota jemaah calon haji (calhaj) sebanyak 814 orang yang akan berangkat tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 725 orang telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Dengan demikian, terdapat 89 "kursi kosong" yang tersisa untuk mengisi kuota tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Masih Ada Kursi Kosong di Kabupaten Semarang, Jemaah Calhaj ‘Cadangan’ Berkesempatan Berangkat Tahun Ini

Masih Ada Kursi Kosong di Kabupaten Semarang, Jemaah Calhaj ‘Cadangan’ Berkesempatan Berangkat Tahun Ini

Masih Ada Kursi Kosong di Kabupaten Semarang, Jemaah Calhaj ‘Cadangan’ Berkesempatan Berangkat Tahun Ini

Kasi PHU Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Titik Halimah.

(Foto/win)

Kasi PHU Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Titik Halimah.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Kabupaten Semarang mendapatkan kuota jemaah calon haji (calhaj) sebanyak 814 orang yang akan diberangkatkan tahun ini. Dari jumlah tersebut, 725 orang diantaranya telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Artinya, masih ada jatah 89 ‘kursi kosong’ yang tersisa untuk memenuhi kuota tersebut.

Atas hal itu, Kantor Kemenag Kabupaten Semarang membuka opsi berupa perpanjangan masa pelunasan BPIH hingga memberikan kesempatan bagi calhaj ‘cadangan’ untuk bisa berangkat menunaikan rukun islam ke-lima itu pada tahun ini.

“Sehingga untuk calhaj dengan urutan di bawahnya atau istilahnya cadangan I berhak untuk berangkat. Tentunya setelah melakukan pelunasan hingga 5 Mei 2023 kemarin,” ujar Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Titik Halimah di Ungaran, Rabu (24/5/2023).

Dari calhaj cadangan I tersebut, lanjut Titik, ternyata belum juga memenuhi kuota. Sehingga pihaknya kembali memperpanjang masa pelunasan BPIH dari tanggal 5 Juni hingga 12 Juni 2023.

“Jika masih belum memenuhi kuota juga, maka akan diperpanjang lagi hingga 19 Juni 2023. Itu berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Sampai dengan saat ini, data terakhir yang masuk dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), calhaj asal Kabupaten Semarang yang sudah ‘terkunci’ dan akan diberangkatkan sebanyak 788 orang.

“Jumlah itu ditambah 5 orang petugas, sehingga total 793 orang,” terangnya.

Ternyata, diakui Titik, masih terdapat permasalahan lain. Dari 793 calhaj tersebut, 1 orang diketahui meninggal dunia, 1 orang harus dibatalkan pemberangkatannya karena menderita TBC, serta 1 orang lagi masuk rumah sakit untuk cuci darah.

“Sehingga calhaj cadangan II mendapatkan kesempatan untuk berangkat. Ada 36 nama yang muncul, 22 orang diantaranya telah melakukan pelunasan,” urainya.

Titik menambahkan, sisa calhaj untuk memenuhi kuota sebanyak 814 orang nantinya akan diberangkatkan dalam kelompok terbang (kloter) ‘sapu jagat’.

“Termasuk kuota tambahan yang akan diberikan oleh Kemenag RI,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi