KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Memasuki Musim Kemarau, Permintaan Air dari Umbul Senjoyo Naik Drastis

Memasuki Musim Kemarau, Permintaan Air dari Umbul Senjoyo Naik Drastis

Memasuki Musim Kemarau, Permintaan Air dari Umbul Senjoyo Naik Drastis

Sejumlah truck tangki nampak antri mengambil air di Umbul Senjoyo. Foto Arief Rasika

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Musim Kemarau panjang tahun ini membuat beberapa daerah mengalami kekeringan yang mengakibatkan warga kesulitan air bersih. Hal itu berimbas pada permintaan air bersih dari Umbul Senjoyo Desa Tegalwaton , Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang Jawa Tengah yang mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.

Kepada rasikafm.com, Kepala Desa Tegalwaton Tri Wuryanto mengakui kenaikan permintaan air bersih dari Umbul Senjoyo terjadi sejak tiga bulan terakhir. Jika di musim penghujan sehari ada 10 sampai 15 mobil tangki air yang mengambil air. Musim kemarau ini naik dua kali lipat yaitu mencapai 30 mobil tangki perhari.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :” order=”ASC”]

“Saat ini satu hari satu malam itu ada 30 mobil tangki yang mengambil air. Jadi ini tidak ada berhentinya. Karena mereka banyak yang mengambil air pada waktu malam hari,” beber Tri (4/10/2023).

Dikatakan, air dari mata air Senjoyo itu selain didistribusikan ke wilayah Kabupaten Semarang, juga disalurkan ke beberapa daerah Boyolali seperti Wonosamodro, Wonosegoro, Juwangi, Ampel, sampai Purwodadi.

Tri mengaku, pihaknya tidak menjual air tersebut. Namun hanya menarik tarif jasa untuk menaikkan air dari sumber ke mobil tangki yang dikelola oleh BUMDes setempat.

“Jadi kami ini hanya jasa menaikkan air ke mobil tangki. Karena posisi mobil tangki di atas airnya di bawah. Jasanya itu Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Kalau mereka membawa diesel sendiri ya kami bantu, tidak membayar,” ungkap Tri.

Umbul Senjoyo sendiri, kata Tri, memiliki luas 19 hektar, sedangkan luasan yang ada airnya hanya 1,5 hektar. Walaupun begitu, sampai saat ini debit air di Umbul Senjoyo masih relatif stabil.

“Debitnya tidak ada penurunan. Diambil seberapapun tidak masalah. Karena memang air ini tidak ditampung, jadi air ini keluar langsung lepas. Karena tidak ada pintu penahan, jadi kalau musim hujan ya segini (debit airnya),” kata Tri.

Diakuinya, musim kemarau panjang tahun ini banyak pihak yang berkoordinasi dengannya dengan tujuan meminta bantuan air bersih. Namun pihaknya tidak memiliki fasilitas mobil tangki untuk menyalurkan air tersebut.

“Jadi harapan saya, bisa nggak sih pemerintah memberikan bantuan atau meminjamkan mobil tangki di sini. Kan saya ini sering ditelpon untuk dimintai bantuan air. Sedangkan kami tidak punya (mobil tangki),” ungkap Tri.

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
[pekok2]