RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Mengedukasi Masyarakat Mencintai Alam, 8 Fotografer Gelar Pameran Bertajuk Sustainable Living

Mengedukasi Masyarakat Mencintai Alam, 8 Fotografer Gelar Pameran Bertajuk Sustainable Living

Mengedukasi Masyarakat Mencintai Alam, 8 Fotografer Gelar Pameran Bertajuk Sustainable Living

Krisis iklim yang salah satunya ditandai dengan meningkatnya suhu global seringnya terjadi bencana alam sebagai akibat dari eksploitasi alam dan pembangunan secara tidak berkelanjutan. Di Indonesia model pembangunan yang mengutamakan pertumbuhan ini bahkan sering memicu konflik sosial.

Merespon persoalan tersebut, delapan fotografer menggelar pameran bertajuk Sustainable Living, Another World is Possible. Pameran dilaksanakan di Tanasurga, sebuah resto berbasis organik yang mengedukasi masyarakat untuk mencintai dan menjaga alam dengan mengonsumsi makanan organik dan mendaur ulang sampah, baik organik dan non-organik. Minggu 13.2.22

Mereka yang berpartisipasi dalam pameran ini Mohammad Reza Gemi Omandi, Tri Wahyu Prasetyo Indra Purnomo, Franciscus Satriya W,Candra Firmansyah, Novita Go, dan Hermawan Arga Firdaus.

Reza menampilkan karya perajin tahu di Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Dulu, para perajin mengalirkan limbah ke Kali tengah yang berada di desa tersebut hingga baunya menyengat.

“Saat ini dari 280 perajin, sebanyak 154 di antaranya telah mengolah sekira 70 ribu liter per hari. Bahkan menghasilkan instalasi Biogas Limbah Tahu (Biolita) yang mampu menyuplai kebutuham gas di 142 rumah tangga” ungkap Reza.

Sementara untuk limbah padat yang sebelumnya hanya dijadikan pakan ternak, saat ini dikembangkan menjadi kerupuk tahu, nata de soya, pupuk organik, dan menjadi tepung. “Kalisari adalah contoh desa yang menjadi kampung mandiri energi dengan mengolah limbah sekaligus mengurangi kadar emisi,” tambahnya.

“Tanasurga ingin menjadi bagian dalam menciptakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam dan lingkungan, dan secara aktif terlibat dalam menciptakan sebuah dunia yang lebih baik: Dunia yang berdasarkan kerjasama bukan eksploitasi,” kata Setyo Budi, owner Tanasurga.

Sementara itu Sustainable Festival yanh berlangsung mulai Jumat hingga Minggu (11-13/2/2022). Menampilkan pameran foto,yang diisi kegiatan live music, instalasi seni serta workshop pengolahan sampah.

Kegiatan workshop pengolahan sampah bekerjasama dengan Galeri Ijo Lumut, yang bergerak dalam daur ulang sampah plastik, dan karang taruna setempat yang akan terlibat dalam membuat bank sampah baru.

“Kita harus percaya bahwa ada ‘dunia lain’ yang bisa kita bangun, sebuah dunia yang mengedepankan asas keberlanjutan. Misalnya dengan melakukan kegiatan produksi tanpa merusak alam, memanfaatkan sumber daya alam seperlunya dan turut serta dalam mengembalikannya melalui kegiatan pelestarian,” kata Kristanto Irawan Putra, Direktur Galeri Ijo Lumut.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana