URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sambi (54), seorang pedagang cilok keliling diketahui meninggal dunia saat menjajakan dagangannya di sekitar kawasan Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang pada Oktober lalu. Atas hal itu, sang istri Supadmi (43) diberikan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan cabang Ungaran sebesar Rp70 juta.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meninggal Saat Jualan Cilok, Keluarga Sambi Terima Santunan BPJS Naker Rp70 Juta

Meninggal Saat Jualan Cilok, Keluarga Sambi Terima Santunan BPJS Naker Rp70 Juta

Meninggal Saat Jualan Cilok, Keluarga Sambi Terima Santunan BPJS Naker Rp70 Juta

Supadmi menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp70 juta.

Foto: dok. Diskominfo Kab. Semarang

Supadmi menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp70 juta.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sambi (54), seorang pedagang cilok keliling diketahui meninggal dunia saat menjajakan dagangannya di sekitar kawasan Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang pada Oktober lalu. Atas hal itu, sang istri Supadmi (43) diberikan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan cabang Ungaran sebesar Rp70 juta.

Bersama lima orang ahli waris lainnya, Supadmi menerima santunan yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha di ruang rapat Dharma Satya Lantai II Kompleks Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Jumat (17/11/2023) siang.

Saat sambutan, Ngesti berterima kasih atas dukungan jaminan sosial kepada pekerja formal oleh BPJS Ketenagakerjaan. Dikatakan, persentase kepesertaan pekerja formal telah mencapai sekitar 84 persen.

“Namun masih dibutuhkan sosialisasi intensif untuk pekerja informal agar terlindungi jaminan sosial,” ungkapnya.

Sementara Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Ungaran , Suharno Abidin melaporkan pihaknya telah menyalurkan santunan sebesar Rp426 miliar lebih selama periode 1 Januari-November 2023.

“Sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2001 akan diintensifkan kepesertaan ke pekerja rentan termasuk penyelenggara pemilu. Harapannya kepesertaan bisa mencapai 80 persen,” kata Suharno.

Sebagai informasi, sebelumnya telah dilakukan penandatanganan kesepakatan dan rencana kerja optimalisasi jaminan sosial tenaga kerja antara Pemkab Semarang dengan BPJS Ketenagakerjaan cabang Ungaran. Nota kesepakatan yang telah ditandatangani itu diharapkan menjadi dasar menjangkau Kepesertaan hingga ke tingkat desa bahkan RT/RW. (win/Diskominfo Kab. Semarang)

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara