RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Meriah! Car Free Night dan Culture Night Carnival UKSW Dipadati Ribuan Warga

Meriah! Car Free Night dan Culture Night Carnival UKSW Dipadati Ribuan Warga

Meriah! Car Free Night dan Culture Night Carnival UKSW Dipadati Ribuan Warga

Foto Arief Rasika
Rektor UKSW Prof Intiyas Utami bersama wakil rektor, Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit bersama mahasiswa dan warga berjoget sesaat sebelum acara pembukaan Car Free Night

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ribuan warga Salatiga dan sekitarnya tumpah ruah memadati acara Car Free Night dan Culture Night Carnival OMB 2024 yang digelar atas kolaborasi Pemkot Salatiga dan UKSW berlangsung sukses di sepanjang Jalan Diponegoro Salatiga, Sabtu (21/9/24) sore hingga malam hari.

Kegiatan perpaduan acara untuk kali pertama di Kota Salatiga itu menyedot ribuan pengunjung yang memadati Jalan Diponegoro.

Pentas dari berbagai etnis mahasiswa UKSW Salatiga dan bazar UMKM menjadi daya tarik tersendiri bagi acara yang merupakan inovasi baru di Salatiga.

Rektor UKSW Prof Intiyas Utami mengatakan acara ini merupakan bagian dari pengenalan kehidupan kampus dalam bingkai Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) UKSW 2024 serta menjadi simbol “kula nuwun” mahasiswa baru kepada masyarakat Salatiga.

Gayung bersambut dengan acara inovasi Pemkot Salatiga yang Juli lalu menggelar Car Free Night di Jalan Diponegoro saat Peringatan Hari Jadi Salatiga, maka Car Free Night dan Culture Night Carnival OMB 2024 bisa dipadukan.

”Ini merupakan acara yang sangat monumental dan akan kita gelar terus. Terima kasih kepada Pj Wali Kota Salatiga Bapak Yasip Khasani sebagai inovator Car Free Night Jalan Diponegoro berkolaborasi dengan UKSW menggelar acara menarik ini,” ungkap Rektor.

Adapun Car Free Night dan Culture Night Carnival OMB 2024 dimulai pukul 17.00 di mana Jalan Diponegoro ditutup untuk semua kendaraan. Pentas mahasiswa mengambil rute di sepanjang Jalan Diponegoro, mulai dari Pertigaan Kauman hingga PLN Salatiga, dan melewati Titik Nol Salatiga.

Karnaval menampilkan berbagai atraksi menarik dari UKSW dengan total peserta mencapai 800 orang. Berbagai penampilan tersebut di antaranya Marching Band UKSW, Flag Satya Wacana, kelompok karawitan, tarian etnis Nusantara, kostum ikonik etnis Nusantara, Sapu Joget, hingga Paguyuban Drumlek, dan Maimo Kumolintang.

Salah satu sorotan utama karnaval ini adalah Parade Senjata Nusantara yang mengusung tema “Get Your Sword and Strive.”

Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengapresiasi kegiatan kolaborasi tersebut karena mampu menyedot penonton yakni warga Kota Salatiga.

ditambahkannya, dengan diselenggarakannya kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat Kota Salatiga. “Kami juga berkolaborasi dengan UMKM di Kota Salatiga sehingga kegiatan ini tidak hanya dinikmati civitas academica UKSW tetapi juga oleh masyarakat,” imbuh Dance saat berkunjung ke stan UMKM yang ada di area car free night.

Kulonuwun mahasiswa baru kepada warga Kota Salatiga ini diapresiasi positif oleh Ketua Dewan DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit.

– Rektor UKSW Prof Intiyas Utami saat diwawancarai Rasika
– Kemeriahan saat rektor UKSW dan ketua DPR menari Tobelo bersama

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran