URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan warga di Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menjalankan tradisi open house atau silaturahmi yang unik setiap tanggal 1 Januari, serupa dengan tradisi lebaran. Praktik ini telah berlangsung di desa tersebut selama puluhan tahun, dengan warga secara bergantian berkunjung ke rumah-rumah tetangga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meriah, Open House Warga Dusun Tugu Sambut Tahun Baru

Meriah, Open House Warga Dusun Tugu Sambut Tahun Baru

Meriah, Open House Warga Dusun Tugu Sambut Tahun Baru

Jajaran perangkat desa Bener, saat berkunjung dirumah kadus Bener Srinanda Yudhi dalam acara open house 1 januari 2024 lalu
featured-img

RASIKAFM. COM | TENGARAN – Seperti layaknya lebaran, ratusan warga di Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah selalu menggelar tradisi open house atau silaturahmi yang unik tradisi ini selalu dilakukan setiap tanggal 1 januari.

Tradisi saling berkunjung itu sudah berlangsung di Desa yang berbatasan dengan Kota Salatiga sejak puluhan tahun lalu. Mereka secara bergantian berkunjung ke rumah-rumah warga. Selain itu setiap rumah juga menyuguhkan makanan, kue, dan lain-lain.

Kepala Dusun Tugu, Desa Bener, Srinanda Yudhi menyebut, tradisi itu bertujuan sebagai pembuka tahun baru dengan kebersamaan. Selain itu juga sebagai bentuk toleransi beragama. Sebab di dusun tersebut ada warga yang beragama kristen dan islam.

“Mereka sengaja mempersiapkan rumah mereka dengan cara mengundang handai tolan, saudara, sahabat, dan juga teman mereka untuk datang ke rumah,” terang Nanda Senin (1/1/2023).

Diakuinya, tradisi tersebut sudah berjalan secara turun-temurun, dalam acara awal tahun tersebut warga berharap keselamatan dan keberkahan serta kesuksesan akan terjadi dalam satu tahun mendatang.

Sementara itu bagi Agus warga Dusun Tugu mengaku dirinya senang menggelar acara open house di awal tahun. Menurutnya, semakin banyak tamu yang datang maka diyakini keberkahan akan menghampiri keluarganya dalam satu tahun ke depan.

“Kita percaya kalau semakin banyak tamu, maka semakin banyak kebaikan yang akan datang pada satu tahun ke depan,” terang Agus.

Selain itu, tradisi itu juga untuk merekatkan hubungan persaudaraan kembali. Sebab saudara dari luar kota juga datang ke sini untuk bersilaturahmi.

“Mereka pada liburan terus ke sini untuk silaturahmi juga. Jadi momennya pas,” kata Agus.

Acara open house dusun Tugu Bener

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved