RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Mesin Mati Mendadak, Kontainer Tertabrak Bus di Babadan

Mesin Mati Mendadak, Kontainer Tertabrak Bus di Babadan

Mesin Mati Mendadak, Kontainer Tertabrak Bus di Babadan

Bus Eka jurusan Semarang-Surabaya yang terlibat kecelakaan dengan truk kontainer di depan Pasar Babadan, dievakuasi menggunakan mobil derek, Senin (4/11/2024). Foto: Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Ungaran, tepatnya di depan Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Senin (4/11/2024), sekitar pukul 02.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan sebuah truk kontainer dan Bus Eka jurusan Semarang-Surabaya.

Kecelakaan ini sempat menarik perhatian para pedagang dan pembeli di Pasar Babadan yang sedang ramai dengan aktivitas pasar pagi.

Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani menyampaikan, kecelakaan berawal saat kedua kendaraan melaju dari arah Ungaran menuju Bawen. Truk kontainer bernomor polisi H 1845 EF, yang dikemudikan Sukiswanto (41) warga Kudus, mengalami gangguan mesin saat melintas di depan Pasar Babadan.

“Saat truk tersebut berhenti mendadak, sopir tidak menyalakan lampu hazard atau isyarat darurat,” jelas Lingga saat dikonfirmasi, Senin (4/11/2024).

Dari arah belakang, Bus Eka bernomor polisi S 7517 US yang dikemudikan Abdul Rohman (52) warga Kabupaten Semarang, melaju dan tidak sempat menghindar hingga menabrak bagian belakang kontainer.

“Pengemudi bus mengaku tidak melihat adanya truk berhenti di depannya karena tidak ada isyarat darurat dari truk,” ungkapnya.

Sementara Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang, Ipda Handriani memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pengemudi bus hanya mengalami luka dan sudah mendapat perawatan.

“Sudah dibawa ke Rumah Sakit Ken Saras untuk ditangani,” ujarnya.

Proses evakuasi truk baru selesai sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan satu unit derek. Selama proses evakuasi, arus lalu lintas diberlakukan sistem contra flow dari arah Ungaran untuk mengurai kemacetan. (win)

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
                 

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157