Kebakaran hebat melanda Metro Sport Center di Jalan MT Haryono, kawasan Peterongan, Kota Semarang, Senin (4/5) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka-luka dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.
Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang langsung menuju lokasi dan tiba sekitar lima menit setelah laporan diterima.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api cepat membesar di dalam gedung utama.
“Petugas segera melakukan upaya pemadaman dan penyekatan area untuk mencegah penyebaran api lebih luas serta melakukan penyelamatan terhadap korban yang terjebak di lantai tiga,” ujarnya, Selasa (5/5).
Dalam insiden tersebut, lima orang dilaporkan mengalami luka dan gangguan pernapasan. Korban yakni Febriana Putri Maharani (24) dan Setijawa Dewi (57) mengalami sesak napas akibat asap tebal. Sementara Gunwanan (37), Jamaludin (33), dan Giovani (24) mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.
Petugas berhasil mengevakuasi korban yang sempat terjebak di dalam bangunan saat kobaran api membesar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Menurut informasi di lapangan, api pertama kali diketahui oleh pengelola gedung setelah mendapat laporan dari pengendara yang melintas. Saat dilakukan pengecekan, api sudah muncul di bagian pojok lantai satu, tepatnya di area aula.
Metro Sport Center dikenal sebagai kompleks olahraga yang memiliki berbagai fasilitas, mulai dari lapangan tenis, basket, bulutangkis, karate hingga kolam renang. Di gedung utama yang terbakar juga terdapat sejumlah ruangan yang difungsikan sebagai tempat ibadah, mes pekerja, hingga sekolah tata boga.
Dugaan sementara, sumber api berasal dari area gereja yang berada di dalam gedung tersebut. Namun hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Proses pemadaman baru berhasil diselesaikan sekitar pukul 21.00 WIB setelah petugas berjibaku selama hampir dua jam untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.