KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Mirip Sinetron, Kisah Bhabinkamtibmas Tegalrejo Bujuk ODGJ Berobat Ke RSJ

Mirip Sinetron, Kisah Bhabinkamtibmas Tegalrejo Bujuk ODGJ Berobat Ke RSJ

Mirip Sinetron, Kisah Bhabinkamtibmas Tegalrejo Bujuk ODGJ Berobat Ke RSJ

Dibantu oleh Tiga Pilar, yakni Kelurahan Tegalrejo, Bhabinsa, dan Bhabinkamtibmas Tegalrejo Polsek Argomulyo Polres Salatiga, Aipda Panji Wiguna berhasil membujuk Mbah Dahoeni, warga Jalan Sawo Tegalrejo yang mengidap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), untuk berobat ke Rumah Sakit Jilwa (RSJ) di Magelang.
Foto dok Polres
Bhabinkamtibmas Tegalrejo Polsek Argomulyo Polres Salatiga Aipda Panji Wiguna dan Babinsa Tegalrejo saat didepan rumah Mbah Dahoeni

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dengan didukung Tiga Pilar yaitu Kelurahan Tegalrejo, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Tegalrejo Polsek Argomulyo Polres Salatiga Aipda Panji Wiguna berhasil membujuk warganya yang mengidap ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) mau berobat ke Rumah Sakit Jilwa (RSJ) di Magelang. Senin 20.11.2023.

Menurut Subandi, ( 72) tetangganya yang sering membantu kebutuhan makan dan lain sebagainya, Mbah Dahoeni warga Jalan Sawo Tegalrejo tersebut merupakan temannya sejak kecil dan telah lama menyandang ODGJ, namun selalu menolak untuk mendapat perawatan di RSJ bahkan telah tiga kali mengakibatkan rumahnya sendiri terbakar, “Pada saat-saat tertentu menyebabkan keresahan warga lainnya karena sering memungut sampah sambil marah-marah, lalu sampah ditumpuk di dalam rumahnya sendiri hingga menggunung” jelas Subandi.

Bhabinkamtibmas Tegalrejo yang mendapatkan laporan dari warganya bahwa penyakit Mbah Dahoeni kambuh dan membuat rumahnya terbakar, segera berkoordinasi menuju lokasi dengan tujuan memadamkan api dan membawa ke RSJ Magelang untuk mendapat observasi dan perawatan lebih lanjut.

“Penuh drama ketika membujuk Mbah Dahoeni untuk berobat, karena merasa dirinya tidak sakit, setelah dilakukan pendekatan secara humanis akhirnya mbah Dahoeni luluh juga dan mau diajak ke RSJ Magelang,” ungkap Aipda Panji Wiguna.

Tadi tetangganya juga sempat mencoba melakukan bujuk rayu agar tenang namun tidak mempan, hal ini yang menyebabkan warga resah dan kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Tegalrejo, sehingga dapat segera ditangani dengan baik.

Ponco Margono Hasan, Lurah Tegalrejo mengaku bangga dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Bhabinkamtibmas Tegalrejo dan aparat lainnya yang cepat tanggap dan humanis dalam penanganan warganya sehingga nurut dan mau berobat, diharapkan ke depan terus terjaga keharmonisan dan soliditasnya.

Kapolres menyampaikan apresiasi atas wujud hadirnya Polri ditengah masyarakat dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat atas adanya ODGJ yang menyebabkan keresahan, dengan penanganan yang cepat dan humanis berhasil membujuk dan mau berobat ke RSJ, “Hal ini guna mewujudkan Polri yang Hebat, Tanggap, Humanis, Penuh Empati dan Aspiratif” jelaa kapolres Salatiga AKBP, Aryuni Novitasari.

 

Aipda Panji Wiguna dan Babinsa Tegalrejo saat bujuk Mbah Dahoeni untuk berobat

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Gagal Salip dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor Diduga Terlindas Truk di Dekat Exit Tol Salatiga
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Yakuza Maneges wilayah Salatiga dan Semarang menyiapkan pendampingan hukum serta posko pengaduan 24 jam bagi masyarakat yang menghadapi persoalan hukum atau menjadi korban kekerasan. Komitmen itu disampaikan usai deklarasi di Grand Wahid Hotel Salatiga, Sabtu (3/10/2026), dengan melibatkan pengacara untuk mendampingi korban tanpa melihat latar belakang pihak yang terlibat.
Deklarasi Yakuza Maneges Salatiga, Hadirkan Perubahan Positif, Berikan Manfaat Nyata di Masyarakat
[pekok2]