KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Mirip Sinetron, Kisah Bhabinkamtibmas Tegalrejo Bujuk ODGJ Berobat Ke RSJ

Mirip Sinetron, Kisah Bhabinkamtibmas Tegalrejo Bujuk ODGJ Berobat Ke RSJ

Mirip Sinetron, Kisah Bhabinkamtibmas Tegalrejo Bujuk ODGJ Berobat Ke RSJ

Dibantu oleh Tiga Pilar, yakni Kelurahan Tegalrejo, Bhabinsa, dan Bhabinkamtibmas Tegalrejo Polsek Argomulyo Polres Salatiga, Aipda Panji Wiguna berhasil membujuk Mbah Dahoeni, warga Jalan Sawo Tegalrejo yang mengidap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), untuk berobat ke Rumah Sakit Jilwa (RSJ) di Magelang.
Foto dok Polres
Bhabinkamtibmas Tegalrejo Polsek Argomulyo Polres Salatiga Aipda Panji Wiguna dan Babinsa Tegalrejo saat didepan rumah Mbah Dahoeni

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dengan didukung Tiga Pilar yaitu Kelurahan Tegalrejo, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Tegalrejo Polsek Argomulyo Polres Salatiga Aipda Panji Wiguna berhasil membujuk warganya yang mengidap ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) mau berobat ke Rumah Sakit Jilwa (RSJ) di Magelang. Senin 20.11.2023.

Menurut Subandi, ( 72) tetangganya yang sering membantu kebutuhan makan dan lain sebagainya, Mbah Dahoeni warga Jalan Sawo Tegalrejo tersebut merupakan temannya sejak kecil dan telah lama menyandang ODGJ, namun selalu menolak untuk mendapat perawatan di RSJ bahkan telah tiga kali mengakibatkan rumahnya sendiri terbakar, “Pada saat-saat tertentu menyebabkan keresahan warga lainnya karena sering memungut sampah sambil marah-marah, lalu sampah ditumpuk di dalam rumahnya sendiri hingga menggunung” jelas Subandi.

Bhabinkamtibmas Tegalrejo yang mendapatkan laporan dari warganya bahwa penyakit Mbah Dahoeni kambuh dan membuat rumahnya terbakar, segera berkoordinasi menuju lokasi dengan tujuan memadamkan api dan membawa ke RSJ Magelang untuk mendapat observasi dan perawatan lebih lanjut.

“Penuh drama ketika membujuk Mbah Dahoeni untuk berobat, karena merasa dirinya tidak sakit, setelah dilakukan pendekatan secara humanis akhirnya mbah Dahoeni luluh juga dan mau diajak ke RSJ Magelang,” ungkap Aipda Panji Wiguna.

Tadi tetangganya juga sempat mencoba melakukan bujuk rayu agar tenang namun tidak mempan, hal ini yang menyebabkan warga resah dan kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Tegalrejo, sehingga dapat segera ditangani dengan baik.

Ponco Margono Hasan, Lurah Tegalrejo mengaku bangga dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Bhabinkamtibmas Tegalrejo dan aparat lainnya yang cepat tanggap dan humanis dalam penanganan warganya sehingga nurut dan mau berobat, diharapkan ke depan terus terjaga keharmonisan dan soliditasnya.

Kapolres menyampaikan apresiasi atas wujud hadirnya Polri ditengah masyarakat dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat atas adanya ODGJ yang menyebabkan keresahan, dengan penanganan yang cepat dan humanis berhasil membujuk dan mau berobat ke RSJ, “Hal ini guna mewujudkan Polri yang Hebat, Tanggap, Humanis, Penuh Empati dan Aspiratif” jelaa kapolres Salatiga AKBP, Aryuni Novitasari.

 

Aipda Panji Wiguna dan Babinsa Tegalrejo saat bujuk Mbah Dahoeni untuk berobat

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
[pekok2]