URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jalur alternatif Salatiga–Magelang via Kopeng dimanfaatkan pemudik dan wisatawan, melintasi kawasan lereng Merbabu, Kamis (26/3/2026). Rute ini dipilih sebagai alternatif tol yang padat, menawarkan udara sejuk dan panorama alam, dengan banyak pengendara singgah beristirahat, berbelanja, serta menikmati wisata lokal sepanjang perjalanan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mudik Lewati Jalur Kopeng, Nikmati Udara Segar Bonus Belanja Sayuran

Mudik Lewati Jalur Kopeng, Nikmati Udara Segar Bonus Belanja Sayuran

Mudik Lewati Jalur Kopeng, Nikmati Udara Segar Bonus Belanja Sayuran

Pasar Desa Kopeng selama lebaran ramai
featured-img

RASIKAFM.COM | GETASAN – Arus balik libur Lebaran 2026 sudah hampir usai. Bagi anda yang bosan menempuh perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta atau sebaliknya melalui jalur tol, maka jalur alternatif Jalan Salatiga-Magelang via Kopeng menjadi pilihan populer di kalangan pemudik dan wisatawan.

Jalur provinsi ini menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda, sekaligus kesempatan untuk menikmati keindahan alam lereng Pegunungan Merbabu. Jalan Salatiga-Magelang melalui Kopeng memiliki karakteristik khas dengan tanjakan-menurun curam, tikungan tajam, serta permukaan aspal yang relatif mulus namun tetap menantang kemampuan pengemudi.

Dengan melewati jalur ini anda akan mendapatkan udara sejuk yang menyegarkan di ketinggian sekitar 1.300 mdpl, ditambah pemandangan indah deretan gunung seperti Merbabu, Merapi, Telomoyo dan Andong.

Pantauan rasikafm.com, Kamis (26.3.2026) Masih banyak pengendara sengaja singgah untuk healing, berfoto, atau sekadar melepas penat di tengah perjalanan panjang. Pemandangan lembah berkabut yang menyelimuti kawasan semakin menambah pesonanya, terutama saat cuaca cerah.
Termasuk yang saat ini lagi Viral di kawasan Pasar Desa Wisata Kopeng dan Rest Area Kopeng menunjukkan keramaian yang padat. Para pemudik dari berbagai daerah, termasuk wisatawan lokal, memadati area pasar dan rest area.

Jalanan di sekitarnya ramai namun tetap lancar, dengan banyak kendaraan berhenti untuk berbelanja aneka sayur-mayur organik, buah segar, makanan olahan, hingga tanaman hias berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Pasar ini terbagi menjadi dua zona utama: bagian bawah dekat jalan raya dan bagian atas yang menyatu dengan kawasan wisata, membuatnya mudah diakses oleh traveler.

Samsul Hadi pemudik dari Yogyakarta yang hendak ke Depok, mengaku sengaja memilih jalur ini.

“Saya memang berencana mampir sini lewat ketep dari Jogja. Pengen bawa oleh-oleh buah untuk perjalanan, sekaligus istri saya mau lihat-lihat tanaman hias,” ujarnya.

Berada di Kaki Gunung Merbabu Meski harus menaklukkan tanjakan panjang, dirinya tak keberatan. “Saya lewat sini kadang menunggu cuaca cerah biar bisa melihat gunung untuk foto. Tadi cukup mendung dan berkabut, tapi itupun juga bagus,” tambahnya.

Pemudik lain, Astina asal Bekasi tujuan Gunung Kidul mengaku senjaga melewati jalur Kopeng karena pemandangan indah. Ia bahkan sengaja menyempatkan mampir di sela-sela silaturahmi ke keluarga besar di Semarang. “Saya sering beli oleh-oleh buah seperti jeruk sunkis yang memang kalau di toko buah mahal dan belum tentu segar. Juga sering beli susu segar buat oleh-oleh,” ceritanya.

Dirinya tidak tertarik melewati Tol karena jalanya membosankan bahkan juga berpotensi macet apalagi saat lebaran.

Sekdes Kopeng Nur Hasim

Sekertaris Desa Kopeng, Nur Hasim mengatakan jika selama arus mudik dan balik ini jumlah wisatawan yang singgah diwilayahnya meningkat tajam.

Menurutnya ada 4 lokasi wisata unggulan di Kopeng saat ini, yakni Pasar kopeng, Merbabu 360, Merbabu living (rest area kopeng) dan Kopeng treetop.

“Kami baru mempersiapkan kelanjutan program Aglomerasi Bokor (Borobudur -Kopeng – Rawa Pening), saat ini konsentrasi wisatawan cenderung ke pasar Kopeng”. Ujar Nur Hasim.

Menurutnya jika wisatawan saat ini kerap menyempatkan singgah dipasar Kopeng, selain membeli sayuran segar dengan harga murah, anak anak juga bisa naik kuda. Bahkan di Rest Area Kopeng tersedia fasilitas istirahat yang dekat dengan SPBU

Suasana pasar Kopeng

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan