RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah lokasi wisata alam baru di perbatasan Desa Lerep dan Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mendadak ramai dikunjungi wisatawan dalam tiga pekan terakhir.
Destinasi yang menawarkan aliran air jernih dari kawasan lereng Gunung Ungaran itu awalnya dikenal oleh masyarakat sekitar dan tamu-tamu yang dibawa oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rukun Santoso Desa Wisata Lerep.
Ketua Karang Taruna Desa Lerep, Ahsanul Ahsan, mengatakan popularitas lokasi tersebut bermula dari konten yang dibuat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).
“Kami dulu sering membawa tamu ke sini, termasuk wisatawan mancanegara dari Malaysia, Rusia, dan Thailand. Kemudian bersama mahasiswa KKN kami membuat konten seolah-olah sedang berkemah di lokasi ini. Setelah diunggah, keesokan harinya sudah ada pengunjung yang datang,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Sejak saat itu, unggahan di media sosial terus menarik perhatian masyarakat. Berbagai kreator konten hingga pegiat fotografi drone turut mendatangi lokasi tersebut sehingga jumlah pengunjung terus meningkat.
“Postingan di media sosial juga ramai sehingga banyak yang penasaran datang,” katanya.
Ahsan menjelaskan, derasnya aliran air yang kini menjadi daya tarik utama wisatawan terjadi setelah adanya longsoran di kawasan Watu Kelir yang selama ini menjadi saluran pengairan bagi warga Desa Lerep dan Desa Kalisidi.
“Awalnya musibah di bagian atas, tetapi ternyata membawa berkah bagi kawasan di bawah karena aliran air mengarah ke sini dan menjadi lebih deras,” ungkapnya.
Menurutnya, air yang mengalir di lokasi tersebut berasal dari kawasan Curug Indrokilo dan Curug Lawe. Karena berada dalam satu aliran sungai, pengelola juga telah berkoordinasi dengan pengelola wisata di bagian hulu untuk memberikan peringatan dini apabila terjadi peningkatan debit air.
Melihat tingginya minat pengunjung, pengelola bersama pemerintah desa mulai menyiapkan penataan kawasan. Sejumlah fasilitas seperti warung, kamar mandi, gazebo, hingga kolam terapi ikan direncanakan akan dibangun dalam waktu mendatang. Selain itu, pengelolaan kawasan juga akan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Sido Karep yang merupakan kolaborasi antara Desa Kalisidi dan Desa Lerep.
Untuk menjaga kebersihan dan perawatan kawasan, mulai akhir pekan ini pengunjung akan dikenakan retribusi parkir sebesar Rp2.000 per kendaraan.
“Daripada ramai tetapi tidak ada yang mengelola dan sampah menumpuk, akhirnya kami sepakat untuk mengelola bersama. Dana parkir nantinya digunakan untuk kebersihan, pembelian kantong sampah, dan perawatan kawasan,” jelas Ahsan. (win)