RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Ngantuk, Warga Susukan Tabrak Truk Parkir di Depan RSUD Salatiga

Ngantuk, Warga Susukan Tabrak Truk Parkir di Depan RSUD Salatiga

Ngantuk, Warga Susukan Tabrak Truk Parkir di Depan RSUD Salatiga

Motor korban

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Osamaliki, tepatnya di depan RSUD Kota Salatiga, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, pada Minggu pagi, (21/09/2025)

Peristiwa tersebut melibatkan sebuah truk Hino dengan nomor polisi H-8944-OC yang dikemudikan Muh Fauzan (46), warga Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, dengan sepeda motor Honda Beat nomor polisi H-2375-EL yang dikendarai Khanif Hajrial Pamungkas (29), warga Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka ringan berupa memar di wajah dan kepala serta lecet pada kedua kaki. Korban dalam kondisi sadar dan langsung mendapatkan perawatan di RSUD Kota Salatiga.

Dari keterangan yang dihimpun, sepeda motor Honda Beat melaju dari arah Kauman menuju Pasarsapi. Sesampainya di depan RSUD, pengendara diduga tidak memperhatikan adanya truk Hino yang sedang berhenti, sehingga menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satlantas Polres Salatiga segera mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta mengecek kondisi korban di RSUD Kota Salatiga.

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Darmin, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa laka tersebut. “Telah terjadi laka lantas yang melibatkan Kendaraan Truck Hino dan Sepeda Motor di Jalan Osamaliki tepatnya depan RSUD Kota Salatiga, Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendara, memperhatikan situasi jalan, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Keselamatan adalah prioritas utama di jalan raya.” tutupnya.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran