URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pelaksanaan hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) daring di Kabupaten Semarang pada Selasa (2/6/2026) sempat membuat sejumlah orang tua calon siswa kebingungan saat mengunggah berkas pendaftaran. Namun, melalui sosialisasi dan pendampingan dari sekolah, proses pendaftaran dapat berjalan lancar sehingga orang tua tetap bisa menyelesaikan pendaftaran dan memantau hasil seleksi secara online dari rumah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hari Pertama SPMB Online, Orang Tua Calon Siswa Kebingungan Alur Unggah Berkas

Hari Pertama SPMB Online, Orang Tua Calon Siswa Kebingungan Alur Unggah Berkas

Hari Pertama SPMB Online, Orang Tua Calon Siswa Kebingungan Alur Unggah Berkas

Orang tua calon siswa memantau perkembangan SPMB online jalur domisili melalui gawai, Selasa (2/6/2026). Foto: win
Orang tua calon siswa memantau perkembangan SPMB online jalur domisili melalui gawai, Selasa (2/6/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pelaksanaan hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara daring di Kabupaten Semarang, sempat diwarnai kebingungan orang tua calon siswa. Pada tahap awal masih diperlukan penyesuaian, terutama bagi orang tua yang baru pertama kali menggunakan sistem tersebut.

Wahyu Rinasari, warga Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, mengaku bingung saat akan mengunggah berkas yang diperlukan.

“Awalnya memang bingung karena baru pertama kali, terutama soal alur dan urutan pendaftaran. Tapi sekolah sudah membantu lewat sosialisasi dan pendampingan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).

Meski demikian, Wahyu menilai kendala tersebut tidak berlangsung lama dan proses pendaftaran akhirnya dapat diselesaikan. Menurutnya, mekanisme pendaftaran online justru lebih praktis karena dapat dilakukan dari rumah.

Wahyu mendaftarkan anaknya yang lulus dari SD Negeri Genuk 1 ke SMP Negeri 2 Ungaran melalui jalur domisili dengan SMP Negeri 1 Ungaran sebagai pilihan kedua. Ia hanya perlu mengunggah sejumlah dokumen seperti surat kelulusan dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara dokumen lainnya telah dibantu oleh pihak sekolah asal.

“Kalau dari rumah sebenarnya lebih dekat SMP 1, sekitar 800 meter. Sedangkan ke SMP 2 sekitar 1,3 kilometer. Tapi anak saya maunya masuk SMP 2,” ungkapnya.

Setelah proses pendaftaran selesai, orang tua tinggal memantau hasil seleksi secara berkala melalui sistem daring. Apabila tidak lolos di pilihan pertama, sistem akan secara otomatis memproses ke sekolah pilihan kedua sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, untuk pendaftaran jenjang SD, Wahyu menilai prosesnya lebih mudah. Orang tua cukup menyerahkan berkas ke sekolah tujuan dan selanjutnya dibantu oleh pihak sekolah.

“Kalau masuk SD malah lebih mudah. Tinggal bawa berkas ke sekolah yang dituju, nanti dibantu guru. Orang tua tinggal memantau secara online,” ujarnya.

Untuk jenjang SD, anaknya didaftarkan di SD Negeri Genuk 1, sekolah yang sama dengan tempat kakaknya menempuh pendidikan dasar. Ia berharap proses SPMB daring tahun ini berjalan lancar hingga tahap pengumuman dan seluruh peserta dapat diterima sesuai pilihan sekolah masing-masing. (win)

BACA JUGA :

MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA ini disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas berasrama, kurikulum fleksibel, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Mulai Hari Ini! Sebagian Wilayah Salatiga Padam, PLN Resmi Umumkan Mati Lampu 3 Hari Berturut-turut
Mulai Hari Ini! Sebagian Wilayah Salatiga Padam, PLN Resmi Umumkan Mati Lampu 3 Hari Berturut-turut
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah