URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Para Korban Kebakaran di Kodam IV Diponegoro Ternyata Sedang Isolasi Mandiri

Para Korban Kebakaran di Kodam IV Diponegoro Ternyata Sedang Isolasi Mandiri

Para Korban Kebakaran di Kodam IV Diponegoro Ternyata Sedang Isolasi Mandiri

featured-img
Kebakaran di asrama Kodam IV Diponegoro Diponegoro RT4 RW 5, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Rabu (7/7/2021).

RASIKAFM – Para warga di asrama Kodam IV Diponegoro Diponegoro RT4 RW 5, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari ternyata tengah menjalani isolasi mandiri.

Tak beruntung bagi mereka, sebab saat jalani isolasi mereka terkena musibah kebakaran yang melanda kawasan tersebut.

“Hampir semua warga yang terdampak sedang jalani isolasi mandiri,” ujar Kepala Barak, Bambang kepada RASIKAFM, Rabu (7/7/2021) malam.

Dia tak menyebut rinci jumlah warga yang jalani isolasi mandiri. Yang jelas, kata dia, ada dua warga yang positif Covid-19 diungsikan ke hotel agar tak menulari warga lainnya.

“Iya ada dua positif, mau gak mau sementara kami ungsikan ke hotel biar gak nulari soalnya warga juga pada takut,” bebernya.

Warga lain, Eko mengatakan, sebelumnya ada tiga warga yang positif Covid-19 di wilayah tersebut.

Satu warga baru saja meninggal dunia positif Covid-19 dua hari lalu.

“Meninggal satu, dua lainnya masih jalani isolasi mandiri,” bebernya.

Di sisi lain, kawasan itu terbakar bersumber dari rumah nomor 5 yang ditinggal penghuninya. Diduga api merambat dari ledakan gas yang ditinggal pemiliknya dengan pintu rumah terkunci.

Seluruh korban hampir tak bisa menyelamatkan barang berharga. Mereka hanya bisa membawa pakaian yang dikenakan saat itu.

Hingga kini para warga korban kebakaran mengungsi di aula TK Kartika. Total ada 9 rumah terbakar yang dihuni 10 KK dengan jumlah 26 jiwa.

Para korban kini membutuhkan selimut, pakaian bekas dan kebutuhan logistik lainnya. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved