URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pasca Libur Lebaran, Bupati Semarang Ingatkan Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19

Pasca Libur Lebaran, Bupati Semarang Ingatkan Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19

Pasca Libur Lebaran, Bupati Semarang Ingatkan Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19

featured-img

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. (Foto/win)

UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat pasca libur lebaran. Sebab meski sudah ada larangan mudik, ratusan pemudik berhasil lolos penyekatan dan pulang kampung ke Kabupaten Semarang.

Dijelaskan Ngesti, saat ini kasus positif Covid-19 di Kabupaten Semarang selama cenderung menurun dalam kurun waktu tiga minggu terakhir. Meski demikian, ia meminta Satgas Covid-19 di semua tingkatan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19. Mereka diimbau terus melakukan sosialisasi dan penegakan prokes.

Sampai saat ini masih terdapat dua zona merah di Kabupaten Semarang yakni Kecamatan Suruh dan Pabelan yang perlu mendapat perhatian khusus. Pun bagi lingkungan yang menjadi tujuan pemudik saat lebaran kemarin, sebab sedikitnya terdapat tujuh orang dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani swab antigen.

Bupati juga meminta satgas untuk terus melakukan langkah strategis agar warga semakin sadar pentingnya upaya pencegahan penularan, termasuk melaksanakan vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Ani Rahardjo mengatakan, data pada minggu kedua bulan Mei 2021 menunjukkan ada 119 kasus positif. Jumlah itu menurun dibanding pada akhir April 2021 yang mencapai angka 197 kasus aktif Covid-19. Meski menurun, senada dengan apa yang disampaikan Bupati, ia meminta agar masyarakat waspada terhadap kemungkinan lonjakan kasus akibat mobilitas warga yang cukup tinggi saat lebaran kemarin. (win)

BACA JUGA :

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon