RASIKAFM.COM

📆 8 July 2022 🇮🇩 🕓 00:12

Pasca Longsor Gunung Kelir, SMPN 3 Banyubiru Sediakan Opsi PAT Susulan

BANYUBIRU – Pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Banyubiru, Kabupaten Semarang pada Senin (6/6/2022) dan mengakibatkan tanah longsor di lereng Gunung Kelir, pihak SMPN 3 Banyubiru menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Pasalnya, gedung sekolah yang terletak di Desa Wirogomo, Banyubiru tersebut berada tepat di bawah tebing Gunung Kelir yang rawan longsor. Terlebih saat ini sedang berlangsung Penilaian Akhir Tahun (PAT) yang diikuti sebanyak 63 murid kelas VII dan VIII yang diselenggarakan sejak tanggal 6 Juni hingga 11 Juni 2022 mendatang.

“Salah satu opsi yang kami ambil adalah dengan memulangkan siswa jika cuaca buruk dan menyelenggarakan PAT susulan,” ungkap Kepala SMPN 3 Banyubiru Joko Parnoto saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (7/6/2022).

Joko menuturkan, pada hari Senin kemarin sempat terjadi guguran meterial batu dan tanah dari lereng bukit di belakang sekolahnya longsor setelah diguyur hujan lebat sekitar pukul 13.45 WIB. Saat itu seluruh siswa sudah pulang karena waktu PAT sudah selesai. Namun sebanyak 22 orang yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan yang masih berada di lingkungan sekolah terpaksa harus meninggalkan ruang mereka untuk menjauh dari lereng bukit.

“Begitu mendengar suara gemuruh, kami segera keluar meninggalkan bangunan sekolah dan mencari tempat yang lebih aman,” ungkapnya.

Pasca kejadian longsor tersebut, kegiatan di SMPN 3 Banyubiru masih berjalan normal dan para siswa kelas VII dan VIII kembali mengikuti PAT di ruang kelasnya masing- masing.

Meski bangunan sekolah tidak terdampak guguran longsor, namun kewaspadaan terhadap terjadinya longsor susulan masih ditingkatkan, karena kondisi cuaca masih tidak menentu dan cenderung turun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

“Kalau ruang kelas relatif jauh dari tebing, insyaAllah aman. Yang agak rawan itu lab komputer, mushala, dapur dan tempat parkir,” imbuhnya.

Joko menambahkan, pihak sekolah sudah memberikan pemahaman baik kepada guru, staf maupun anak didik terkait sadar bencana. Di dalamnya termasuk bagaimana cara evakuasi jika terjadi bencana dan membaca tanda-tanda alam.

“Beberapa waktu lalu pihak dari kementerian ESDM datang ke sini dan memberikan pemahaman soal tanda alam jika terjadi pergerakan tanah, diantaranya jika ada pohon yang posisinya miring. Alhamdulillah saya amati posisi pohon di atas (bukit) masih tegak, mudah-mudahan tidak terjadi longsor,” tambahnya.

Salah seorang siswa kelas VIII, Rizal saat yang dikonfirmasi mengakui sedikit khawatir jika sewaktu-waktu terjadi longsor susulan saat mengerjakan PAT.

“Sebenarnya masih agak takut juga, terutama saat masih di kelas tiba-tiba hujan deras,” katanya.

Menurutnya selama ini kegiatan belajar siswa belum pernah dihentikan karena bencana tanah longsor. Meski demikian, ia dan seluruh siswa yang lain mengaku sudah mendapatkan pemahaman tentang sadar bencana sehingga tahu harus bagaimana jika sewaktu-waktu terjadi tanah longsor. (win)

Tags🏷️

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagikan

📌 Baca Juga:

📌 Baca Juga:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

📌KABAR TERBARU

📌KABAR TERBARU

Ganjar Siapkan Langkah Operasi Pasar Atasi Inflasi di Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyusun langkah cepat untuk mengatasi inflasi yang terjadi di wilayahnya. Tercatat, Juni 2022 jateng mengalami inflasi 4,97 persen. Salah satunya operasi pasar terhadap penyebab inflasi pada enam daerah yakni di Kota Semarang, Surakarta, Tegal Purwokerto, Kudus dan Cilacap.

Kanjeng Gusti Bhre Temui Ganjar Bahas Pengembangan Keraton Pura Mangkunegaran 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kedatangan tamu istimewa di Rumah Dinas Puri Gedeh, Kamis (7/7/2022) pagi. Tamu istimewa itu adalah Sri Paduka Mangkunegara X,  KGPAA Bhre Cakarahutomo Wira Sudjiwo. Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan Pura Mangkunegaran sebagi salah satu pusat kebudayaan Jawa.

Pedagang Kambing Dadakan, Mengalap Berkah di Tengah Wabah

Sebuah lapak penjualan kambing terlihat di ruas Jalan Ahmad Yani Ungaran, Kabupaten Semarang. Di tenda semi permanen itu terlihat puluhan ekor kambing yang dijual kepada konsumen untuk keperluan kurban saat Hari Raya Idul Adha.

📌 INFOGRAFIS 📸

📌 INFOGRAFIS 📸

📌 KABAR PERISTIWA

📌 KABAR PERISTIWA

📌 KABAR OLAH RAGA

📌 KABAR OLAH RAGA

📌RASIKA FEATURE

📌RASIKA FEATURE

📌KABAR POPULER

📌KABAR POPULER

Sejumlah-siswa-Permadani-Tengaran-Angkatan-ke-52-perpoto-bersama-usai-acara-pembukaan
DPC Permadani Tengaran Selenggarakan Purwa Pawiyatan Panatacara Tuwin Pamedhar Sabdha Angkatan/Bregada ke 52
SS-(36),-oknum-guru-pelaku-pencabulan-terhadap-muridnya-tertunduk-lesu-saat-dimintai-keterangan-oleh-penyidik-PPA-Sat-Reskrim-Polres-Semarang,-Rabu
Oknum Guru SD di Ungaran Cabuli Muridnya, Korban Dijebak Disuruh Mengantar KK
SDN-Gunungtumpeng-01,-Suruh,-Kabupaten-Semarang-yang-bakal-dijadikan-lokasi-regrouping-dari-SDN-Gunungtumpeng-02
Cuma Dapat 5 Murid, SDN Gunungtumpeng 02 "Digabung" ke SDN Gunungtumpeng 01
Pengunjung--santai-menikmati-pemandangan,-sambil-menunggu-mobil-mereka-tengah-dicuci
Kesongo Transit Point, Tempat Wisata Baru di Kabupaten Semarang, Cuci Mobil Sambil Lihat Gunung
Petugas-Gabungan-saat-tertibkan-PKL-di-Pasar-Raya-1-selasa--5-juli-2022
Mengganggu Pengguna Jalan, PKL Seputaran Pasar Raya 1 Salatiga Kembali Ditertibkan
Truck-nahas-yang-menabrak-warung-nasi
Berusaha Menghindari Motor, Sebuah Truck Pengangkut Sepeda Motor Alami Laka di Nobo
Dua-pemandu-karaoke-pelaku-penganiayaan-terhadap-teman-seprofesinya-diamankan-petugas-Polsek-Bandungan
Tak Terima Diolok-olok, Tiga Pemandu Karaoke Bandungan Bentrok
Sejumlah-anak-saat-bersihkan-sampah-di-senjoyo
Ajarkan Kebersihan Sejak Dini, Puluhan Anak Asal Salatiga Bersihkan Aliran Senjoyo
Petugas-Satpol-PP-Salatiga-saat-menertibkan-Pedagang-Kaki-Lima
Puluhan PKL Bandel Yang Beroperasi di Taman Pahlawan dan Pasa Raya 1 Ditindak Satpol PP Salatiga
Gubernur-Ganjar-Pranowo-6-7-b
Serius Bangun Inklusivitas di Jateng, Ganjar Godok Raperda Disabilitas Bareng DPRD
kabar-pln.jpg
error: