RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Peci Blabak Tengaran Kini Digemari Semua Kalangan, Mulai Lurah, Camat Sampai Pejabat

Peci Blabak Tengaran Kini Digemari Semua Kalangan, Mulai Lurah, Camat Sampai Pejabat

Peci Blabak Tengaran Kini Digemari Semua Kalangan, Mulai Lurah, Camat Sampai Pejabat

Adalah Blangkon Batik Krajan ( Blabak) sebuah inovasi antara Blangkon dan peci produksi khas Tengaran kini mulai trend, sudah banyak warga yang mengenakanya di segala acara.

Berawal dari bosan dengan peci yang bentuknya dari dulu itu-itu saja, seorang pria asal Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang menciptakan peci blangkon batik. Sehingga peci itu bisa dipakai dalam banyak acara.

Inovasi itu dibuat oleh Muhadi warga dusun Krajan desa Tengaran kabupaten Semarang, yang mendesain peci sekaligus juga blangkon. Peci blangkon batik ini dapat disetel sesuai ukuran kepala.

Kepada rasikafm.com Muhadi mengaku terciptanya peci blangkon batik ini berawal dari ingin menciptakan model baru peci karena selama ini hanya ada model peci begitu-begitu saja dan tidak semua orang pantas memakai karena postur kepala.

Tahun 2019, Muhadi mulai menciptakan peci blangkon batik dengan proses percobaan yang memakan waktu hampir enam bulan.

“Dulu sepulang dari pesantren, saya selalu memakai peci warna hitam dan menurut saya itu kurang luwes, akhirnya saya pengen memakai peci yang luwes yang seperti apa,” kata Muhadi.

Akhirnya setelah berbagai macam percobaan yang Muhadi lakukan, dirinya telah menemukan pola peci yang diinginkan. Tak disangka, banyak konsumen yang juga cocok dengan pola baru peci tersebut.
“Akhirnya kita coba dan pelan-pelan saya kembangkan terus,” ujarnya.

Diungkapkan Peci blangkon batik merupakan perpaduan dua penutup kepala dengan fungsi yang berbeda, peci digunakan dalam acara ibadah dan blangkon dipakai dalam acara ritual atau budaya.
Para pembeli dapat memesan peci blangkon tersebut selain bermotif batik.

“Seringnya kita pakai batik, namun ada juga yang memesan selain batik seperti dibuat polos,” terangnya.

Peci blangkon ini memiliki berbagai macam kelebihan seperti aman saat dicuci karena peci ini sama sekali tidak memakai lem.

Serta untuk ukuran peci ini para pembelian dapat request sesuai ukuran kepala.

“Saya juga membuat peci yang all size artinya bisa di besar dan kecilkan ukuran pecinya,” ungkapnya.
Selain peci blangkon bermotif batik, Muhadi juga membuat peci dengan berbagai macam jenis.

Ada peci berwarna polos dan tidak memakai bahan dasar dari bludru yang seperti peci-peci biasanya.
“Biasanya kalau peci bludru terkena air malah rusak, tapi kalau yang saya buat ini aman,” katanya.

Untuk saat ini, Muhadi mempromosikan peci blangkon batik miliknya dengan cara getok tular atau dari mulut ke mulut dan menggunakan sosial media yakni Facebook.

Harga satu peci blangkon batik dijual dengan harga Rp 40-55 ribu tergantung bentuknya.
“Dalam sehari saya dapat membuat tiga sampai lima peci itu saya bikinnya santai,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Tengaran, Dewanto Leksono Widagdo berharap bisa bersaing dengan peci blangkon hasil industri agar bisa menjadi sumber ekonomi warga.

“Kita berupaya semaksimal mungkin untuk mempromosikan peci blangkon batik ini serta potensi seperti ini dapat diangkat dan potensi seperti ini dapat mengangkat ekonomi warga,” jelas Dewanto.

Muhadi sang pencipta Blabak saat diwawancarai Rasika FM

 

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran