RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pedagang Keluhkan Kondisi Pasar Boja, Gubernur Jateng Dukung Revitalisasi

Pedagang Keluhkan Kondisi Pasar Boja, Gubernur Jateng Dukung Revitalisasi

Pedagang Keluhkan Kondisi Pasar Boja, Gubernur Jateng Dukung Revitalisasi

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyerap aspirasi pedagang Pasar Boja terkait perbaikan infrastruktur pasar saat kunjungan kerja, Jumat (7/3/2025).

RASIKAFM.COM | KENDAL – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima aspirasi dari sejumlah pedagang yang menginginkan perbaikan Pasar Boja di Kabupaten Kendal.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung saat Ahmad Luthfi mengunjungi pasar pada Jumat pagi, 7 Maret 2025.

Salah seorang pedagang Pasar Boja, Sumirah, mengungkapkan keluhannya terkait kondisi pasar yang dinilai memerlukan banyak perbaikan.

“Kalau hujan, ada genangan di dalam kios-kios pasar,” kata dia. Ia juga menambahkan bahwa atap pasar yang terbuat dari seng kini sudah berlubang dan berkarat.

Pada kesempatan itu, Ahmad Luthfi mendorong agar pasar tersebut segera direvitalisasi demi kenyamanan pedagang serta pembeli.

“Prinsipnya perlu revitalisasi pasar. Ini ada Ibu Bupati (Kendal) dan Pak Wakil Bupati, nanti didorong (revitalisasi) pakai anggaran perubahan,” kata Luthfi.

Revitalisasi pasar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas ekonomi di wilayah tersebut. “Sehingga di wilayah Boja ini, pasarnya lebih representatif untuk masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan merealisasikan rencana ini melalui anggaran perubahan.

“Insya Allah pada anggaran perubahan nanti bisa dianggarkan (untuk revitalisasi Pasar Boja). Insya Allah tahun ini ada pelaksanaan revitalisasi,” katanya.

Ia memperkirakan bahwa perbaikan fisik pasar tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 2 miliar.

Sebagai informasi, Pasar Boja merupakan pasar tipe A yang mampu menampung hingga 1.142 pedagang. Perputaran ekonomi di pasar ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 22,935 miliar per bulan dan kurang lebih Rp 275,266 miliar dalam satu tahun.

Perbaikan pasar ini menjadi kebutuhan mendesak, terutama pada bagian atap serta sistem drainase, agar memberikan kenyamanan bagi para pedagang.

Dalam kunjungannya, Ahmad Luthfi juga meninjau harga-harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran 2025. Berdasarkan hasil pantauannya, belum terlihat adanya kenaikan harga yang signifikan.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px

              

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157