URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Rohani, warga Desa Sumurup, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang menjadi korban penyerangan oleh orang yang tidak dikenal saat sedang bekerja menjaga sebuah toko sembako di Kelurahan Kupang. Rohani dilarikan ke Rumah Sakit Gunawan Mangunkusumo Ambarawa karena mengalami tusuk pada bagian punggung kanan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pegawai Toko Sembako di Ambarawa Ditusuk Orang Tak Dikenal

Pegawai Toko Sembako di Ambarawa Ditusuk Orang Tak Dikenal

Pegawai Toko Sembako di Ambarawa Ditusuk Orang Tak Dikenal

Terduga pelaku penyerangan terhadap seorang pegawai toko sembako di Ambarawa berhasil diamankan petugas, Kamis (23/3/2023).

(Foto/ dok. Humas Polres Semarang)

Terduga pelaku penyerangan terhadap seorang pegawai toko sembako di Ambarawa berhasil diamankan petugas, Kamis (23/3/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Nasib nahas dialami Rohani (40) warga Desa Sumurup, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Pasalnya, ia menjadi korban penyerangan orang tak dikenal pada Rabu (22/3/2023) saat sedang bekerja menjaga sebuah toko sembako yang berlokasi di Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa.

Atas kejadian itu, ia dilarikan ke Rumah Sakit Gunawan Mangunkusumo Ambarawa karena mengalami tusuk pada bagian punggung kanan.

Kapolsek Ambarawa AKP Abdul Mufid menyampaikan peristiwa penyerangan itu terjadi sekira pukul 16.30 WIB saat korban bekerja menata beras setelah melayani pembeli.

“Tiba-tiba dari arah belakang korban, datang seorang lelaki tidak dikenal lalu menyerang korban dengan senjata tajam,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan, Kamis (23/3/2023).

Usai melakukan penyerangan, lanjut Kapolsek, pelaku kemudian melarikan diri. Sementara korban berteriak meminta pertolongan. Saat warga berdatangan untuk memberikan bantuan, pelaku sudah tidak berada di lokasi.

“Menurut keterangan para saksi, pelaku diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan sebelumnya sempat terlihat di sekitar Pasar Projo Ambarawa,” terangnya.

Masih menurut penjelasan Kapolsek, pelaku berhasil diamankan oleh anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasekan bersama warga.

“Sesuai petunjuk Kapolres Semarang, kami akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan maupun Dinas Sosial untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku,” imbuhnya.

Petugas masih menggali keterangan mengenai jenis senjata tajam yang digunakan untuk menyerang korban. Sementara saat berita ini diturunkan, kondisi korban sudah mulai stabil. (win)

BACA JUGA :

Satreskrim Polres Salatiga menangkap GR (50), buruh harian lepas asal Kabupaten Semarang, yang diduga berulang kali melakukan pencurian kendaraan bermotor. Pelaku diamankan di Banyudono, Boyolali, pada Jumat (18/7/2026) setelah penyelidikan atas laporan kehilangan Honda Supra 125 milik warga Kumpulrejo, Argomulyo, Salatiga. Polisi menyita sepeda motor korban beserta sejumlah barang bukti dan kini masih mengembangkan kasus untuk mengungkap dugaan aksi pencurian lain di wilayah Salatiga.
Buruh Harian Ditangkap usai Curi Motor di Salatiga, Polisi Dalami Dugaan Aksi Berulang
Kapolres Salatiga Ade Papa Rihi mengungkap penggagalan peredaran narkotika bermodus pengiriman melalui jasa ekspedisi di Kota Salatiga. Dalam operasi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Bea Cukai, petugas menyita hampir 6 kilogram ganja serta 2,83 gram sabu, sekaligus menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas daerah.
Polisi Salatiga Amankan 6 Kilogram Ganja Kering dan Paket Sabu Siap Edar
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Perdana! Kejari Salatiga Musnahkan BB di SMA Lab, Berikan Edukasi kepada Siswa
Satreskrim Polres Salatiga menangkap buronan yang diduga menjadi otak sindikat pembobolan rekening bank swasta di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Sindikat tersebut diduga menguras saldo nasabah hingga Rp750.747.508 dengan membeli data rekening secara daring, membuat KTP palsu, lalu mengganti kartu ATM korban di kantor cabang bank menggunakan identitas palsu.
Tersangka Pembobolan Rekening Bank Rp750 Juta Ditangkap, Pelaku akui Jualan dari Medsos
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Semarang menangani 35 kasus kekerasan seksual hingga semester pertama 2026. Kepala DP3AKB Dewanto Leksono menyampaikan di Ungaran, Senin (6/7/2026), bahwa kasus cenderung meningkat sejak 2023 dan banyak pelaku merupakan orang terdekat korban, sehingga masyarakat diminta mendukung korban untuk melapor melalui layanan GEMATI.
Semester Pertama 2026, 35 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi di Kabupaten Semarang. Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga