URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum terus melanjutkan program bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang bertujuan menyediakan hunian layak, sehat, dan aman bagi warga kurang mampu di wilayah Kabupaten Semarang sejak 2022. Hingga Senin, 30 Juni 2025, sebanyak 11 ribu dari 22 ribu rumah tidak layak telah berhasil diperbaiki di 19 kecamatan, namun masih tersisa sekitar 10 ribu rumah yang membutuhkan perbaikan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Masih Miliki PR Tuntaskan 10 Ribu RTLH

Pemkab Semarang Masih Miliki PR Tuntaskan 10 Ribu RTLH

Pemkab Semarang Masih Miliki PR Tuntaskan 10 Ribu RTLH

Ilustrasi: Rumah Tak Layak Huni (RTLH) . Foto: /IST
Ilustrasi: Rumah Tak Layak Huni (RTLH) . Foto: /IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Harapan untuk hidup lebih layak masih menjadi mimpi bagi sebagian warga Kabupaten Semarang. Pemerintah daerah setempat pun tak tinggal diam. Lewat program bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH), mereka terus berupaya menuntaskan persoalan kemiskinan, khususnya dengan menyediakan hunian yang layak, sehat, dan aman bagi warga kurang mampu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro, mengungkapkan bahwa sejak 2022 pihaknya telah memetakan lebih dari 22 ribu rumah yang tergolong tak layak huni di seluruh wilayah kabupaten. Selama tiga tahun terakhir, separuh dari jumlah tersebut berhasil diperbaiki.

“Sudah 11 ribu rumah yang kami bedah. Artinya, masih ada sekitar 10 ribu lagi yang belum tersentuh,” ujarnya di Ungaran, Senin (30/6/2025).

Untuk melanjutkan program ini, pihaknya berharap dukungan dana dari berbagai sumber, termasuk dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) milik pemerintah pusat.

“Tahun lalu kami dapat 1.500 unit dari BSPS. Tahun ini, bantuan RTLH yang sudah terealisasi berasal dari program Banyukop dan APBD, jumlahnya baru 371 unit,” jelasnya.

Tiap rumah, lanjutnya, memerlukan anggaran antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta, tergantung pada kondisi dan kebutuhan struktur bangunan. Rumah-rumah tidak layak ini tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang.

“Kami masih menggunakan data dari sistem BSPS. Program ini akan terus berjalan dan menjadi salah satu prioritas utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga