URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), harga kebutuhan pokok di Kabupaten Semarang, seperti telur ayam dan cabai, mengalami kenaikan signifikan. Pemerintah Kabupaten Semarang, dipimpin oleh Bupati Ngesti Nugraha, mengadakan rapat koordinasi dengan Forkopimda dan OPD terkait di Kabupaten Semarang untuk memastikan stabilitas harga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Siapkan Strategi Kendalikan Harga Jelang Libur Nataru 2024/2025

Pemkab Semarang Siapkan Strategi Kendalikan Harga Jelang Libur Nataru 2024/2025

Pemkab Semarang Siapkan Strategi Kendalikan Harga Jelang Libur Nataru 2024/2025

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: Diskominfo Kab. Semarang
Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: Diskominfo Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Semarang terpantau mengalami kenaikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengendalikan harga.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menjelaskan bahwa jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah menggelar rapat koordinasi guna memastikan stabilitas harga dan kesiapan menghadapi Nataru.

Berdasarkan laporan dari pasar tradisional, sejumlah komoditas seperti telur ayam dan cabai mengalami kenaikan harga signifikan. Pemkab Semarang secara aktif memantau harga sembilan bahan pokok masyarakat setiap hari dan berkomitmen untuk segera mengambil langkah stabilisasi jika terjadi lonjakan harga.

“Kami akan mengupayakan harga tetap stabil, termasuk untuk kebutuhan energi seperti LPG, yang permintaannya diperkirakan meningkat,” ujar Ngesti.

Karena libur Nataru bertepatan dengan musim penghujan, Pemkab Semarang juga menyiagakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim SAR selama 24 jam. Sejumlah wilayah rawan bencana seperti Banyubiru, Sumowono, dan Bandungan telah dipetakan.

“Kami berharap libur Nataru berjalan aman, lancar, dan kondusif tanpa bencana alam. Namun, jika terjadi, tim sudah siap memberikan bantuan,” tambahnya.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi arahan pemerintah agar perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung aman dan nyaman. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan