RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pemkot Semarang Lakukan Pengundian Lapak Pedagang Pasar Johar

Pemkot Semarang Lakukan Pengundian Lapak Pedagang Pasar Johar

Pemkot Semarang Lakukan Pengundian Lapak Pedagang Pasar Johar

SEMARANG – Pemkot Semarang melakukan pengundian lapak pedagang ke Pasar Johar Cagar Budaya telah dilaksanakan pada Jumat 24 September 2021 di Balaikota Semarang.

Meskipun acara tersebut  di Balaikota, namun undian lapak dilakukan  secara online. Dalam undian ini tidak semua pedagang juga hadir, hanya perwakilan paguyuban pedagang dan organisasi.

Kepala Dinas Perdagangan Fravarta Sadman menyampaikan undian secara online ini memang dipilih agar lebih efisien.

“Ya ini biar tidak ada kerumunan dan kebetulan hari Jumat, bisa segera selesai sebelum Jumatan,” ujar Fravarta.

Ia menambahkan jika pengundian ini diperuntukan bagi Johar Utara, Tengah, dan Kanjengan. Sebab untuk saat ini hanya tiga bagian itu yang sudah siap digunakan.

Penempatan kios juga disesuaikan dengan zonasi yang telah ditetapkan Dinas Perdagangan. Hal ini menyebabkan belum tentu pedagang bisa menempati lapak yang sama seperti sediakala.

“Pedagang diundi berdasarkan kategori dagangan yang mereka daftarkan sewaktu di awal. Jadi dikelompokkan,” katanya.

Pihaknya mewanti-wanti kepada para pedagang khususnya yang menempati Johar bagian Utara dan Tengah untuk menaati aturan yang sudah ditetapkan.

Pasalnya bangunan itu merupakan cagar budaya yang harus dijaga keasliannya.
Sementara untuk pedagang yang menempati Johar bagian Selatan dan SCJ juga sudah ditentukan. Hanya saja mereka belum bisa menempati lapak karena masih dalam proses pembangunan.

“Setidaknya mereka sudah mendapatkan tempat disana. Nanti kalau bangunannya sudah selesai akan diundi lagi untuk penempatan lapaknya,” jelasnya.

Dinas Perdagangan sudah menyiapkan petugas untuk membantu para pedagang menemukan lokasi lapaknya di bangunan Pasar Johar Cagar Budaya. Dalam prosesnya juga dibantu oleh beberapa pihak seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Permukiman (Disperkim).

“Saya berharap mereka tidak terlalu lama untuk proses pindahan ini. Maksimal seminggu mereka sudah bisa berdagang disini,” paparnya.

Fravarta mengungkapkan antusias pendaftar untuk bisa berdagang di Pasar Johar Cagar Budaya sangat tinggi. Bahkan masih ada saja yang mengajukan meski pendaftaran sudah ditutup.

Para pendaftar itu, lanjutnya akan diproses pada tahap selanjutnya. Namun menunggu evaluasi dan penataan pedagang pada tahap ini selesai terlebih dahulu.

“Tahap dua ini untuk pedagang lama. Setiap hari kita menerima orang pengen jualan. Tapi kita tanya dulu. Ini tujuannya agar pedagang tertib,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran