URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dukung Petani saat Panen Raya dengan Melibatkan ASN dengan menggerakkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membeli komoditas petani dengan harga yang lebih baik. Selain itu, pola distribusi yang lebih berimbang juga dilakukan dengan mengirimkan komoditas yang melimpah ke wilayah lainnya yang hasil panennya sedikit.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemprov Jateng Dukung Petani Selama Panen Raya: ASN Turun Tangan Atasi Harga Anjlok

Pemprov Jateng Dukung Petani Selama Panen Raya: ASN Turun Tangan Atasi Harga Anjlok

Pemprov Jateng Dukung Petani Selama Panen Raya: ASN Turun Tangan Atasi Harga Anjlok

Featured Image

RASIKAFM.COM | SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memberikan dukungan agar petani tidak mengalami kerugian. Salah satunya, mengerahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengatasi harga anjlok saat panen raya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan selama ini, ketika panen raya dan harga anjlok, pemerintah menggerakkan ASN untuk membeli komoditas petani dengan harga yang lebih baik. Cara itu dinilai dapat membantu menutup kerugian petani.

Langkah lainnya yang diupayakan adalah pola distribusi yang lebih berimbang. Wagub menjelaskan komoditas panen yang melimpah berpotensi menurunkan harga jual. Oleh karenanya, komoditas tersebut bisa dikirimkan ke wilayah lainnya yang hasil panennya sedikit. Selain itu, komoditas tidak harus dikonsumsi sendiri, tetapi bisa dibagikan ke tempat-tempat yang membutuhkan, misalnya di panti asuhan.

“Seperti tadi disampaikan Pak Irjen (Kementerian Pertanian, Jan S Maringka) ketika sambutan, Jateng penyumbang bawang merah. Itu ada di Kabupaten Brebes. Lumbung padi kita ada di Kabupaten Sragen dan beberapa kabupaten yang lain. Ini yang harus kita sinergikan. Ketika ada panen raya, kita harus melihat, o daerah mana nih yang membutuhkan. Sehingga, petani tidak dirugikan karena panen raya itu harga biasanya pasti akan turun,” jelasnya, seusai menghadiri Rakor Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan di Gradhika Bhakti Praja, Kamis (23/2/2023).

Lebih lanjut Wagub membeberkan, tren produksi hasil pertanian di Jawa Tengah cenderung meningkat. Pada 2022, Jawa Tengah menghasilkan komoditas padi sebanyak 9.579.069 ton, jagung 3.719.441 ton, dan kedelai sebanyak 61.198 ton. Hasil komoditas pertanian tersebut, turut menyumbang stok pangan nasional.

Meski sudah menjadi penyumbang stok pangan nasional, Gus Yasin, sapaannya, berpesan agar tidak menjadi lengah. Sebab, banyak ancaman terkait pangan, salah satunya bencana alam. Semua pihak harus bergotong royong dan bersinergi, supaya stok pangan tetap stabil dan tidak ada tindakan melawan hukum.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Jan S Maringka mengatakan, Jateng dipilih menjadi tempat Rakor Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan yang pertama pada tahun 2023 ini, karena posisinya sebagai lumbung pangan. Hasil komoditas pertanian yang dicapai selama ini, harus dipertahankan.

“Keadaan ini kalau dilihat dari hasil dari tahun ke tahun, harus kita pertahankan. Tapi kita tidak perlu berpuas diri. Ini perlu kita lakukan, menjaga agar kelestarian dan ketahanan pangan kita terus terjaga, dan kita ke depan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tuturnya.

Ditambahkan, peran Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), dan Aparat Penegak Hukum (APH) penting untuk mengawasi program pembangunan pertanian di daerah, sehingga ketahanan pangan terwujud. APIP dan APH harus satu komitmen dalam menjaga program pertanian yang bisa berjalan tepat waktu, mutu, dan sasaran.

BACA JUGA :

Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak
Cegah Serangan Wereng, Petani Milenial Gunung Tumpeng Semprotkan Insektisida Pakai Drone
Cegah Serangan Wereng, Petani Milenial Gunung Tumpeng Semprotkan Insektisida Pakai Drone
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum mampu mendongkrak kesejahteraan peternak ayam rakyat karena pasokan masih didominasi broker dan pelaku usaha besar. Dalam rapat koordinasi PINSAR Indonesia di Kabupaten Semarang, Selasa, peternak mengeluhkan harga ayam hidup yang anjlok hingga jauh di bawah harga acuan akibat surplus produksi nasional dan lemahnya pengawasan tata niaga.
PINSAR: Program MBG Belum Berdampak Langsung, Peternak Ayam Rakyat Masih Tertekan

INFOGRAFIS

TERKINI

Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Warung Soto di Kalinyamat Tingkir Terbakar, Diduga akibat Dispenser
Kebakaran melanda Warung Soto Kalinyamat milik Adam Hariyanto di Jalan Kalinyamat, Tingkir, Kota Salatiga, Rabu (10/6/2026), diduga akibat korsleting listrik pada dispenser pom bensin mini. Api yang menyambar...
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun...
Cegah Serangan Wereng, Petani Milenial Gunung Tumpeng Semprotkan Insektisida Pakai Drone
Cegah Serangan Wereng, Petani Milenial Gunung Tumpeng Semprotkan Insektisida Pakai Drone
Petani di Desa Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang memanfaatkan drone pertanian bantuan Kementerian Pertanian untuk penyemprotan insektisida di sekitar 100 hektare lahan sawah sebagai langkah...
CJFACE 2026 Hadir di Semarang! Bank Indonesia Dorong Furnitur Jepara Tembus Pasar Global dan Perkuat Ekosistem Halal 2
CJFACE 2026 Hadir di Semarang! Bank Indonesia Dorong Furnitur Jepara Tembus Pasar Global dan Perkuat Ekosistem Halal
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah bersama Pemprov Jawa Tengah, KADIN Jepara, dan komunitas JIFBW menggelar Central Java Furniture & Carving Expo (CJFACE) 2026 di Atrium DP Mall Semarang pada...
10 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14.00–16
10 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 14.00–16.00 WIB, Tinggi Air Sentuh 0,9 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026 pukul 14.00–16.00 WIB dengan tinggi muka air laut mencapai 0,9...
Muat Lebih

POPULER

MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, resmi membuka pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Selasa (2/6/2026). Pembukaan SPMB menandai dimulainya persaingan ribuan calon siswa untuk masuk sekolah favorit melalui proses seleksi yang berlangsung secara daring pada 2–4 Juni 2026 dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Pembukaan SPMB di Salatiga, 2.500 Siswa Bersaing Rebut Sekolah Bergengsi
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved