URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Terdapat bekas luka pukulan benda tumpul di pelipis dan jeratan di leher," ungkap Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Tegar Satrio Wicaksono.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Penemuan Mayat di Sungai Tuntang, Kasat Reskrim: Korban Dihabisi dengan Cara Dipukul dan Dijerat Lehernya

Penemuan Mayat di Sungai Tuntang, Kasat Reskrim: Korban Dihabisi dengan Cara Dipukul dan Dijerat Lehernya

Penemuan Mayat di Sungai Tuntang, Kasat Reskrim: Korban Dihabisi dengan Cara Dipukul dan Dijerat Lehernya

featured-img

UNGARAN – Setelah berhasil mengungkap identitas mayat misterius yang mengambang di Sungai Tuntang, Dusun Mengkelang Desa Asinan Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, polisi akhirnya mengungkap penyebab kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Tegar Satrio Wicaksono mengatakan dari hasil autopsi, kuat dugaan korban tewas dengan cara dibunuh.[irp posts=”34668″ name=”Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas di Sungai Tuntang”]

“Luka pada pelipis korban merupakan bekas pukulan benda tumpul, sedangkan di leher adalah luka bekas jeratan atau cekikan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (4/3/2022).

Dijelaskan Tegar, korban berinisial R warga Madiun itu diduga dibunuh terlebih dahulu sebelum akhirnya pelaku mencoba menghilangkan jejak dengan membuang mayat korban ke Sungai Tuntang dan diberi pemberat berupa dua bongkah batu.

“Kami memeriksa tiga saksi, yakni pihak keluarga yang mengantarkan korban ke luar kota dan satu tetangga korban yang sempat bertemu sebelumnya,” terangnya.

Terkait dugaan pelaku pembunuhan, pihaknya masih melakukan pendalaman penyelidikan.

“Saat ini masih kami dalami, kami masih melakukan penyelidikan semaksimal mungkin. Mohon doanya supaya dapat mengungkap kasus tersebut,” imbuhnya.

Diinformasikan bahwa korban berinisial R tersebut meninggalkan rumah sekira pada tanggal 24 Februari 2022. Empat hari setelahnya, yakni pada 28 Februari 2022 korban ditemukan mengambang dam tersangkut enceng gondok di aliran Sungai Tuntang, Dusun Mengkelang Desa Asinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. (win)

BACA JUGA :

Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi