URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polisi berhasil mengungkap kasus tewasnya KH (14), seorang pelajar MTs, yang ditemukan di Sungai Parat, Getasan, Kabupaten Semarang pada Jumat (7/6/2024), yang diduga akibat keributan antara korban dengan pelaku. Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Aditya Perdana, mengungkapkan bahwa keributan terjadi setelah korban meminta ponselnya yang diduga dibawa oleh RL (16).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Penemuan Mayat Pelajar di Sungai Getasan, Polisi Ungkap Penyebabnya

Penemuan Mayat Pelajar di Sungai Getasan, Polisi Ungkap Penyebabnya

Penemuan Mayat Pelajar di Sungai Getasan, Polisi Ungkap Penyebabnya

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Aditya Perdana
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Aditya Perdana
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Polisi berhasil mengungkap kasus penemuan jenazah KH (14), seorang pelajar MTs di Sungai Parat, Getasan, Kabupaten Semarang pada Jumat (7/6/2024). Diduga, tewasnya pelajar tersebut dilatarbelakangi keributan antara korban dengan pelaku.

Dikonfirmasi di kantornya pada Senin (10/6/2024), Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Aditya Perdana mengungkapkan terdapat sejumlah kejanggalan pada kasus tewasnya korban. Atas hal itu, pihaknya berkoordinasi dengan keluarga korban untuk melakukan penyelidikan.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Sebelumnya terjadi keributan saat korban meminta ponsel miliknya yang diduga dibawa terduga pelaku RL (16),” ujarnya.

Kronologinya, pada Kamis (6/6/2024) malam korban berada dirumah AD (18) bersama empat orang rekan lainnya PR (15), DN (15), YZ (15) dan RL untuk menghadiri pengajian di wilayah Kecamatan Tengaran. Namun dalam perjalanan, kendaraan yang dikendarai AD dan PR mengalami pecah ban.

“Sehingga mereka tidak jadi berangkat dan kembali ke rumah AD,” ungkapnya.

Sesampainya di rumah AD, terduga pelaku RL mengajak rekan yang lain bermain game online hingga tengah malam. Memasuki Jumat (7/6/2024) sekira pukul 01.00 WIB, korban KH diantar pulang oleh RL. Namun saat turun dari kendaraan, korban sadar ponsel miliknya masih dibawa RL. Di situ terjadi cekcok dan saling berebut ponsel.

“Pelaku kemudian mendorong korban hingga jatuh ke Sungai Parat. Hal itu yang menyebabkan korban tewas akibat kepalanya terbentur batu sungai,” bebernya.

Saat ini pelaku sudah diamankan oleh Unit Peindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Semarang. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dikenakan UU Perlindungan Anak dan Peradilan anak pasal 80 ayat 3 jo Pasal 76 C UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak jo UU RI no. 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, segera mendapatkan sambungan listrik setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Bupati Semarang Ngesti Nugraha telah mengoordinasikan percepatan pemasangan bersama Pemerintah Kecamatan Sumowono dan PLN, termasuk pembangunan trafo baru serta penyelesaian administrasi agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.
Bupati Semarang Pastikan Rumah Muhroji yang Gelap Selama Dua Dekade Segera Terang
Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen menyempurnakan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen dengan mengubah bentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Perbaikan yang dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama.
Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta