URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kampung Adat Jalawastu, sebuah wilayah di lereng Gunung Kumbang, Desa Ciseureuh, Brebes, memegang teguh tradisi leluhur Kerajaan Sunda. Kisah menarik perang centong antara saudara Gandasari dan Gandawangi tercatat dalam sejarahnya, mengenai penyebaran agama Islam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Perang Centong, Sejarah Penyebaran Islam di Kampung Adat Jalawastu Brebes

Perang Centong, Sejarah Penyebaran Islam di Kampung Adat Jalawastu Brebes

Perang Centong, Sejarah Penyebaran Islam di Kampung Adat Jalawastu Brebes

featured-img

RASIKAFM.COM | BREBES - Kampung Adat Jalawastu adalah sebuah wilayah yang ada di lereng Gunung Kumbang, tepatnya di Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Meski berada di Provinsi Jawa Tengah, masyarakat Kampung Adat Jalawastu adalah bagian dari Kerajaan Sunda yang hingga kini masih memegang teguh tradisi leluhurnya.

Terdapat sebuah kisah menarik yang tercatat dalam sejarah Kampung Adat Jalawastu terutama berkaitan dengan penyebaran agama Islam. Di mana terjadi perang centong antara dua saudara yakni Gandasari dan Gandawangi. Perangkat dapur seperti centong, kipas, kendi, kukusan nasi menjadi pirantinya.

Gandasari tidak bersedia menerima agama Islam sedangkan Gandawangi bersedia mengikuti agama Islam. Untuk memutuskan apakah masyarakat Jalawastu akan memeluk agama Islam atau tidak, dilakukan adu kesaktian di antara kedua bersaudara tersebut, siapa yang kalah harus keluar dari Jalawastu.

“Kedua bersaudara itu memperebutkan kendi yang berisi telur. Ini simbol sebagai gambaran ‘nur’ atau cahaya Islam yang ditawarkan Gandawangi kepada adiknya Gandasari,” ungkap Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Wijanarto, di sela pertunjukan seni masyarakat adat Jalawastu di GOR Sasana Adhi Karsa, Kabupaten Brebes, Sabtu (19/8/2023).

Pertempuran tersebut dimenangkan oleh Gandawangi. Dengan demikian maka masyarakat Jalawastu akan menerima agama Islam, dan Gandasari beserta pengikutnya akan keluar dari Jalawastu menuju Kanekes yang sekarang menjadi Kampung Adat Baduy di Jawa Barat.

“Namun sebelum pergi, Gandasari meminta agar Gandawangi menjaga adat budaya dan tradisi yang sudah berlangsung turun temurun. Itu sebabnya Gandawangi dan pengikutnya di Jalawastu memeluk agama Islam tetapi tetap mempertahankan tradisi leluhur,” urainya.

Disampaikan oleh Wijanarto, kekayaan lokal Kampung Adat Jalawastu menjadi representasi Kabupaten Brebes. Untuk mempertahankan eksistensinya, berbagai upaya telah dilakukan melalui rekognisi, regulasi dan redistribusi.

“Rekognisi bertujuan agar ada pengakuan dari pemerintah, regulasi untuk memastikan mereka mendapatkan hak administrasi sebagai warga negara, dan redistribusi untuk pemerataan kesejahteraan,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, saat ini terdapat 242 jiwa dengan 152 keluarga masyarakat adat Jalawastu.

“Jumlah rumah tetap, sebab di sana unik. Kalau ada keluarga yang ingin membangun rumah tembok, maka harus keluar dari Jalawastu,” kata Wijanarto.

Sementara Kabid Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Eris Yunianto menuturkan pada prinsipnya masyarakat adat adalah bagian dari kekayaan nusantara. Yang sudah dikenal publik antara lain sedulur sikep masyarakat adat Samin, Banokeling Banyumas, dan Jalawastu Brebes.

“Kerjasama dan gotong royong terkait kelembagaan masyarakat adat mutlak diperlukan untuk penguatan tradisi hidup. Kami selaku instansi pemerintahan berkewajiban memayungi dan memfasilitasi masyarakat adat secara normatif,” bebernya. (win)

 

BACA JUGA :

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026