KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Percepat Penanganan Bencana dan Kecelakaan Lalu Lintas, Pemkab Semarang Buka Posko Terpadu di Sekitar Exit Tol Bawen

Percepat Penanganan Bencana dan Kecelakaan Lalu Lintas, Pemkab Semarang Buka Posko Terpadu di Sekitar Exit Tol Bawen

Percepat Penanganan Bencana dan Kecelakaan Lalu Lintas, Pemkab Semarang Buka Posko Terpadu di Sekitar Exit Tol Bawen

Posko terpadu lintas instansi Kabupaten Semarang di tepi jalan nasional Semarang-Solo, di sekitar exit tol Bawen, secara resmi dibuka. Posko ini melibatkan personel dari Satpol PP dan Damkar, Dishub, BPBD, Dinkes, PMI, dan Linmas Kabupaten Semarang yang berjaga selama 24 jam.
Foto: Diskominfo Kab. Semarang
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengecek peralatan di posko terpadu Bawen, Rabu (24/1/2024).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Posko terpadu lintas instansi Kabupaten Semarang yang berlokasi di tepi ruas jalan nasional Semarang-Solo, tepatnya di sekitar exit tol Bawen resmi dibuka. Di posko ini terdapat personel dari Satpol PP dan Damkar, Dishub, BPBD, Dinkes, PMI dan Linmas Kabupaten Semarang yang bersiaga selama 24 jam.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, posko ini menjadi pusat koordinasi yang efektif guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Kita tidak tahu kapan bencana atau musibah akan terjadi. Namun persiapan dan koordinasi antar instansi yang baik akan dapat menekan dampak buruk kejadian itu,” ujar Ngesti dalam acara peresmian Posko Terpadu Bawen, Rabu (24/1/2024).

Ngesti mengatakan bahwa lokasi itu dipilih karena pertimbangan titik strategis. Ia menyebut, di sekitar Bawen menjadi salah satu lokasi rawan terjadinya bencana, baik alam dan nonalam serta kecelakaan lalu lintas. Oleh karenanya posko ini menjadi penting untuk memberikan penanganan awal secara cepat.

“Seperti misalnya kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu yang melibatkan belasan kendaraan, kemudian juga kebakaran di jalan tol, atau bencana-bencana yang lain,” kata dia.

Posko terpadu tersebut, lanjutnya, juga berfungsi untuk memudahkan para petugas menangani kepadatan arus lalu lintas yang kerap terjadi saat arus mudik Lebaran dan hari libur lainnya. “Sehingga, diharapkan instansi lain seperti TNI-Polri bisa ikut bergabung untuk menggunakan posko tersebut sebagai tempat berjaga,” bebernya.

Sementara Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco menjelaskan ada sepuluh personel yang bersiaga selama 24 jam setiap harinya.

“Kendaraan taktis pemadam kebakaran dan ambulans standby di sini untuk mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk kecelakaan lalu lintas dan kebakaran,” terangnya.

Anang berharap instansi vertikal juga dapat bergabung di posko untuk meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]