URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga yang hendak menunaikan ibadah kurban dipastikan tak bisa berbelanja hewan kurban di pasar hewan Kabupaten Semarang. Sebab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang kembali memperpanjang masa penutupan pasar hewan hingga 18 Juli 2022.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Perhatian! Penutupan Pasar Hewan di Kabupaten Semarang Kembali Diperpanjang

Perhatian! Penutupan Pasar Hewan di Kabupaten Semarang Kembali Diperpanjang

Perhatian! Penutupan Pasar Hewan di Kabupaten Semarang Kembali Diperpanjang

featured-img

UNGARAN – Warga yang hendak menunaikan ibadah kurban dipastikan tak bisa berbelanja hewan kurban di pasar hewan Kabupaten Semarang. Sebab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang kembali memperpanjang masa penutupan pasar hewan hingga 18 Juli 2022.

Kebijakan itu menyusul semakin meluasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ruminansia. Dari data yang tercatat di Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, hingga Senin (4/7/2022) lebih dari 3.700 ekor hewan ternak terindikasi PMK.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang Wigati Sunu menyampaikan pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait perpanjangan penutupan pasar hewan tersebut yang ditujukan kepada seluruh Kepala UPTD Puskeswan, rumah pemotongan hewan (RPH) dan pasar hewan, serta paguyuban pedagang hewan.

“Hal itu untuk mencegah penularan wabah PMK dan mendukung vaksinasi PMK yang saat ini tengah dilakukan,” ujarnya di Ungaran, Selasa (5/7/2022).

Atas hal itu, masyarakat yang hendak membeli hewan ternak untuk kebutuhan Idul Adha disarankan membeli langsung kepada peternak.

“Seperti yang disampaikan Bapak Bupati, masyarakat diimbau untuk membeli hewan kurban di sini (Kabupaten Semarang) saja. Supaya potensi penularan PMK bisa ditekan,” katanya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha menuturkan pasokan hewan ternak untuk kebutuhan kurban di Kabupaten Semarang masih aman. Menurutnya saat ini ada sekitar 75ribu ekor hewan ternak.

“Yang terindikasi PMK sekira 3.700 ekor, berarti masih ada sekira 71ribu yang sehat. Maka kami minta juga warga untuk melakukan pencegahan-pencehahan agar hewan yang sehat tidak tertular,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon